RM.id Rakyat Merdeka -
Laporan Muhammad Rusmadi dari Maroko
Pada 11-21 Juli 2024, diinisiasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko (PPIM), delegasi tujuh wartawan Indonesia melakukan liputan ke Kerajaan Maroko, termasuk wartawan Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi, untuk melihat langsung geliat kemajuan dan menjelajaji keindahan Kerajaan Singa Atlas ini. Berikut laporannya:
Baca juga : Cape Spartel, Pemandangan Selat Gibraltar Yang Menakjubkan
Di hari kedua di Maroko, kami masih ada di Kota Casablanca. Pagi Jumat, 12 Juli 2024, kami mengunjungi salah satu landmark Kota Casablanca, Masjid Hassan II.
Kebetulan, kami menginap di sebuah hotel di kawasan Angle Zaid Ouhmad, Rue Sidi Belyout. Dekat. Jarak ke masjid ini hanya sekitar 2 km. Bahkan sebelum berangkat, pagi-pagi sekali beberapa teman sudah jogging dan meng-upload beberapa foto. Latar belakangnya, Masjid Hassan II ini.
Sekitar pukul 8:30 kami berangkat dari hotel menuju masjid. Begitu mobil kami mendekat, masjid ini kian jelas kemegahannya. Menaranya menjulang ke langit. Belakangan saya dikasih tahu, tingginya mencapai 210 meter.
Baca juga : Berziarah Ke Makam Ibnu Batutah
Selesai dibangun pada 1993, masjid ini didesain oleh Michel Pinseau, seorang arsitek Prancis, di bawah arahan Raja Hassan II. Sementara proses pembangunannya, dilakukan oleh kelompok teknik sipil Bouygues yang juga dari Prancis, serta para tenaga dan pengrajin Maroko dari seluruh penjuru kerajaan.
Menaranya setinggi 60 lantai diatapi laser, yang cahayanya diarahkan ke Mekah. Yang unik dari masjid ini, karena berdiri di tanjung yang menghadap ke Samudra Atlantik. Sehingga, para jamaah pun dapat shalat di atas laut.
Sebelum masuk, kami melihat-lihat di luar dulu, di halamannya yang begitu luas. Mengambil gambar bagian luar masjid. Beberapa rombongan turis juga tampak mulai memasuki halaman masjid. Ada rombongan yang berkulit putih. Ada juga yang tampaknya dari kawasan Asia Timur.
Baca juga : Tanger Med, Pelabuhan Raksasa Selemparan Batu Dari Spanyol
Kami berpindah masuk ke dalam. Kembali suguhan kemegahan mengagumkan! Pemandu masjid yang menyambut kami menjelaskan, dinding masjid ini terbuat dari marmer buatan tangan. Dan atapnya, dapat dibuka.
Dimensi bangunan ini memiliki panjang 200 meter dan lebar 100 meter. Semua granit, plester, marmer, kayu, dan bahan lain yang digunakan dalam konstruksi, diambil dari Maroko. Kecuali beberapa kolom granit putih Italia dan 56 lampu gantung kaca.
Sebanyak 6 ribu pengrajin tradisional Maroko bekerja selama lima tahun untuk membuat mosaik yang melimpah dan indah, lantai dan kolom batu dan marmer, cetakan plester yang diukir, serta langit-langit kayu yang diukir dan dicat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.