RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang kedatangannya ke Indonesia, Paus Fransiskus menyerukan bahaya krisis demokrasi yang melanda dunia sehingga menyebabkan kepentingan masyarakat dikucilkan dan korupsi membuat demokrasi menjadi terluka.
Pemimpin tertinggi Umat Katolik tersebut mengatakan, partisipasi masyarakat dalam demokrasi harus dilakukan secara kritis. Demokrasi tidak hanya sekedar melakukan pemungutan suara, tetapi bagian dari proses setiap orang mengungkapkan diri dan partisipasinya secara utuh.
“Krisis demokrasi telah terjadi secara nyata dalam berbagai peristiwa di berbagai negara. Kekuasaan hanya mengacu pada diri sendiri, tidak mampu melayani rakyat. Korupsi jadi kanker demokrasi, dan kepentingan masyarakat dikucilkan,” ujar Paus Fransiskus dikutip dalam vaticannews
Baca juga : Masyarakat Harus Aktif Sampaikan Pelaporan
Sebelumnya, Kemenko Polhukam mengeluarkan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2023. Angka pencapaian IDI 2023 sebesar 79,51 atau sesuai target RKP 2023 sebesar 79,25. Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka IDI tersebut turun 0,90 poin, dari 80,41.
Penurunan tersebut terjadi karena beberapa faktor, di antaranya IDI Pusat terkait hambatan kebebasan berpendapat, kebebasan berkeyakinan, serta kemerdekaan pers.
Pada IDI Provinsi, hambatan-hambatannya antara lain penurunan kebebasan berkeyakinan, pemenuhan hak-hak pekerja, kebebasan pers, kualitas pelayanan publik, partisipasi masyarakat, dan pendidikan politik.
Baca juga : Semoga Masyarakat Bebas Dari Jebakan Zat Adiktif
Sementara itu, Corruption Perception Index (CPI) yang dikeluarkan Transparancy International (TI) memperlihatkan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia masih jalan di tempat. Dari 180 negara yang disurvei, Indonesia mendapatkan skor 34 pada tahun lalu, sedangkan secara peringkat turun dari 110 menjadi 115.
Paus Fransikus menegaskan, demokrasi harus bisa melawan pendekatan yang memecah belah, tanpa mengecualikan siapapun di tataran politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Kontribusi setiap orang harus dihargai dalam setiap perbedaan dan keunikan demi perubahan yang lebih baik ke depan.
“Mari kita belajar untuk berjalan bersama dan menjadi pembawa solusi yang inklusif bagi semua pihak,” katanya.
Baca juga : Pasokan-Distribusi MinyaKita Harus Diawasi Dengan Ketat
Direktur Wahid Institute Yenny Wahid mengatakan, dunia saat ini memang membutuhkan sosok Paus Fransiskus. Banyak korban tidak berdosa yang jatuh karena konflik di berbagai belahan dunia. Tantangan tersebut datang pada seluruh umat manusia, tanpa mengenal latar belakang.
“Kita butuh pemimpin seperti Paus Fransiskus yang bisa keluar dari indentitas dirinya dan mau berjuang untuk kemanusiaan,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.