Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Status Semeru Turun Level, Masyarakat Tetap Diminta Hati-hati Awan Panas
Selasa, 16 Juli 2024 13:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status tingkat aktivitas Gunung Semeru menjadi menjadi Level II (Waspada) dari sebelumnya Level III (Siaga).
Penurunan status Semeru menjadi waspada mulai berlaku sejak hari ini, Senin (15/7) pukul 15:00 WIB.
Baca juga : Gunung Ijen Kini Berstatus Waspada, Masyarakat Diminta Jauhi Bibir Kawah
"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 14 Juli 2024, maka tingkat aktivitas Semeru terhitung dari tanggal 15 Juli 2024 pukul 15:00 WIB tingkat aktivitas Semeru, diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada), dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi/ancaman bahaya terkini,"ujar Kepala PVMBG Hadiwijaya di Bandung, Senin (15/7).
Hadi melanjutkan, penurunan aktivitas Semeru tersebut terpantau dari perubahan deformasi Semeru dengan peralatan Tiltmeter yang menunjukkan pola mendatar mengindikasikan tidak adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh gunungapi dan terjadi perpindahan tekanan secara konsisten dari dalam tubuh gunungapi ke permukaan bersamaan dengan keluarnya material saat terjadi erupsi dan hembusan.
Baca juga : Hati-hati Diprank Hacker!
Sehubungan dengan penurunan aktivitas Semeru pada Level II (Waspada) Hadi meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak," ujarnya
Baca juga : Avian Brands Edukasi Masyarakat Tentang Pemilihan Cat yang Tepat
Hadi juga mengingatkan, masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 3 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar) serta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan Iahar di sepanjang aiiran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi Iahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
"Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Semeru melalui apiikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore atau melalui website https://magma.esdm.go.id. https://vsi.esdm.go.id/ dan http://geologi.esdm.go.id.," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya