RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang, Heri Akhmadi apresiasi keterlibatan militer Jepang, dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2024.
“Saya senang kerja sama Indonesia dan Jepang terus berkembang dan semakin memiliki nilai strategis. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama pertahanan kita semakin solid,” kata Heri, Selasa (3/9).
Kegiatan militer ini melibatkan ribuan prajurit TNI dan personel negara sahabat di antaranya, AS, Australia, Jepang, Singapura, Inggris, Kanada, Thailand, Korsel, Perancis, dan Selandia Baru.
Baca juga : Wuling Sediakan 158 Mobil Listrik Untuk Acara Indonesia Africa Forum Di Bali
“KBRI Tokyo berkomitmen untuk terus terlibat aktif mendorong kerja sama pertahanan Indonesia–Jepang, dalam setiap kegiatan. Saya meyakini ke depannya, kerja sama strategis pertahanan, khususnya menyangkut keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Pasifik dan dunia semakin terus meningkat, dan memberikan manfaat besar yang konkrit,” ujarnya.
Personel yang terlibat dalam Latgabma Super Garuda Shield adalah 2.214 personel negara sahabat. Sementara itu, TNI menerjunkan 4.732 personel dari 3 matra (TNI AD, AU dan AL). Jepang dalam Latgabma Super Garuda Shield 2024 menurunkan 244 personil dan 5 observer.
Latihan militer ini digelar di beberapa tempat, yakni Puslatpur 5 Marinir Karang Tekok, Pantai Banongan, Puslatpur TNI AD Baturaja, Bengkok Alas serta Dodiklatpur Kodam V/Brawijaya.
Baca juga : Amerika Dan Indonesia Tunjukin Kemesraan
Materi latihan gabungan Super Garuda Shield 2024 ini terdiri dari prosedur pengambilan keputusan kepemimpinan dan perintah operasi (Staffex), identifikasi, pengamanan, pertahanan dari ancaman Siber (Cyberex), Airborne Ops, Cargo Delivery System, Joint Strike, serta Jungle FTX.
Selain itu, juga terdapat materi aktivitas Military Free Fall Infiltrasi dan Air Assault (Special Operation Force/SOF), operasi amphibi yang dilakukan prajurit marinir (Amphibious Operation), pembangunan sarana dan prasarana desa (Engineer Civil Action Project ) dan latihan tembakan amunisi tajam terintegrasi antar kecabangan.
“Indonesia dan Jepang juga terus meningkatkan kerja sama pertahanan di berbagai sektor, seperti pengembangan teknologi alat sistem persenjataan utama (alutsista), pengembangan sumber daya manusia (SDM), kontra-terorisme, dan penanganan bencana,”imbuhnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.