Sebelumnya
Salah satu penerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 1996, atas upayanya menuju solusi adil dan damai terhadap konflik di Timor Leste ini pun meminta maaf, karena belum bisa berbuat banyak untuk masyarakat Myanmar. Horta bahkan mengaku malu, karena masih terbatas dalam bertindak.
“Saya belum dapat berbuat lebih banyak untuk anak-anak Palestina, ribuan anak-anak dan perempuan Palestina yang terkubur di bawah reruntuhan bom Israel, bom Amerika, senjata Barat. Semoga Tuhan menyelamatkan kita,” pungkasnya.
Baca juga : Presiden Ke 5 Megawati Kurban Sapi Hitam Berbobot 500 Kg Di Jalan Kebagusan Jakarta
Sejak 2020, FPCI telah memprakarsai dan menjalankan konsorsium internasional yang terdiri dari lembaga pemikir terkemuka, universitas, organisasi masyarakat sipil, dan organisasi nonpemerintah untuk menyelenggarakan GTH.
Acara ini merupakan upaya kolaboratif antara lebih dari 150 mitra yang berpartisipasi dari seluruh dunia. Sejak 2022, Global Town Hall telah diselenggarakan oleh FPCI bekerja sama dengan Global Citizen.
Baca juga : Presiden Dan Menkes Jelaskan Sistem Kelas BPJS Kesehatan Yang Katanya Dihapus
Global Town Hall telah mengumpulkan lebih dari 30.000 orang dari lebih dari 140 negara. Konferensi virtual ini menampilkan pidato dari Presiden Komisi Eropa, Menteri Luar Negeri Indonesia, Australia, Tiongkok, Uni Eropa, Uni Emirat Arab, Prancis, Afrika Selatan, India, Rusia, dan para pemimpin berbagai organisasi internasional. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.