Sebelumnya
“Para pekerja ini berkontribusi besar bagi masyarakat dan harus dijamin upah yang adil,” katanya.
Sementara itu, Presiden Tharman menyampaikan komitmen negaranya dalam keberlanjutan lingkungan dan kerukunan antaragama. Kata dia, keduanya merupakan hasil kerja keras dan dedikasi selama beberapa dekade.
“Kami adalah masyarakat multiras, multiagama, dan multibudaya. Bagi kami, solidaritas dan kerukunan telah menjadi inti, dan akan tetap menjadi fitur inti dalam pembangunan nasional kita,” ucapnya.
Ia kemudian, memuji seruan konsisten Paus dalam menjaga lingkungan. Ia mengungkapkan, dalam visi Singapura 2030, negara tersebut akan semakin bergantung pada energi surya, mengurangi limbah, dan menerapkan pajak karbon untuk beralih ke ekonomi rendah karbon.
“Sebagai negara-kota kecil, kami berupaya menyeimbangkan pembangunan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Perbedaan Suasana Penyambutan Paus
Singapura adalah negara terakhir dalam rangkaian kunjungan apostolik Paus di kawasan Asia-Pasifik. Sebelumnya, Paus lebih dulu mengunjungi Indonesia, Papua Nugini, dan Timor Leste. Berbeda dengan ketiga negara sebelumnya, jumlah umat Katolik di Singapura relatif kecil. Hanya sekitar 3,5 persen dari total populasi 6 juta jiwa. Atau sekitar 250 ribu orang.
Mungkin karena itu, suasana penyambutan Paus terasa lebih tenang dan tertib. Tidak ada kerumunan besar di jalanan seperti yang terjadi di Indonesia atau bahkan di Timor Leste.
Baca juga : Kemenhub Tunggu Pemerintahan Baru
Status Singapura sebagai negara maju pun tampaknya mempengaruhi suasana tersebut. Selama dua hari di Singapura, tak ada kemacetan berarti dalam kunjungan Paus. Polisi tampak sigap mengendalikan arus lalu lintas. Membuka tutup jalan untuk mencegah kemacetan.
Dibandingkan dengan Papua Nugini dan Timor Leste yang masih berjuang membangun ekonomi, Singapura sudah memiliki ekonomi yang kuat. Hal ini terlihat jelas dari suasana kota.
Dalam perjalanan dari Bandara Changi ke hotel di kawasan Kampong Glam, jalan-jalan tampak rapi, bersih, dan mulus. Gedung-gedung pencakar langit berdiri megah di kiri dan kanan.
Paus pun secara terbuka memuji kekuatan ekonomi Singapura serta komitmen pemerintahnya dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Baca juga : Jalan Rusak Dan Parkir Liar Paling Dikeluhkan Warga
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 13 September 2024 dengan judul Dapat Oleh-oleh Anggrek Putih Dari Pejabat Singapura, Hari Ini, Paus Kembali Ke Vatikan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.