Dark/Light Mode

Soal Wacana Kenaikan Tarif KRL Commuter Line Jabodetabek

Kemenhub Tunggu Pemerintahan Baru

Jumat, 13 September 2024 07:25 WIB
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Mohamad Risal Wasal  (Foto: Agus Salim/gridoto.com)
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Mohamad Risal Wasal (Foto: Agus Salim/gridoto.com)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membantah wacana kenaikan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek saat ini. Keputusan naik atau tidaknya tarif akan ditentukan oleh pemerintahan baru nanti.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Mohamad Risal Wasal menyatakan, pihaknya belum membuat satu pun keputusan terkait tarif KRL, karena waktu pemerin­tahaan saat ini tinggal hitungan bulan.

“Tidak benar (tarif) naik dalam waktu dekat. Sampai seka­rang, belum ada keputusan, apakah itu naik atau tidak. Kita tunggu kabinet (pemerintahan) baru,” ujar Risal di Jakarta, Kamis (11/9/2024).

Baca juga : Jalan Rusak Dan Parkir Liar Paling Dikeluhkan Warga

Sebagai pelaksana kebijakan, kata dia, Kemenhub akan mengi­kuti arahan atau instruksi dari Pemerintah selanjutnya. Sebab itu, Risal enggan mengomentari berbagai spekulasi yang ada di ruang publik, menebak-nebak soal kebijakan tarif yang dipilih pemerintahan selanjutnya.

“Sabar, ya. Kita lihat saja seperti apa arahnya. Saya tidak mau (ikut memperkirakan). Tebak-tebakan itu nggak keren,” tegasnya.

Diketahui, isu naiknya tarif KRL Commuter Line mencuat setelah adanya rencana peruba­han skema pemberian subsidi tarif menjadi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). Perubahan skema itu bertujuan agar pemberian subsidi tarif lebih tepat sasaran.

Baca juga : Southampton Vs Manchester United, Jabatan Ten Hag Jadi Taruhan

Risal mengatakan, rencana Pemerintah melakukan peruba­han skema subsidi tarif menjadi berbasis NIK, belum diputuskan Kemenhub. Namun, dia men­gakui, pihaknya pernah memi­liki kajian soal kenaikan tarif KRL Commuter Line sebesar Rp 1.000.

“Tapi itu kan belum diputus­kan dan diterapkan dalam waktu dekat, hanya berupa kajian,” tandasnya.

Senada, Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter Broer Rizal menyampaikan, pihaknya belum mendapatkan instruksi soal kenaikan tarif KRL Commuter Line. Bahkan, dia tidak mengetahui adanya kajian rencana kenaikan tarif Rp 1.000 sampai Rp 2.000 dari Kemenhub.

Baca juga : Badminton Hong Kong 2024, Jojo Dan Ginting Menyala

“Sebagai pelaksana di lapangan, prinsipnya kami siap men­jalankan seluruh keputusan dan tugas yang diberikan. (Soal rencana kenaikan) kami belum tahu,” ujarnya.

Rizal memastikan pihaknya akan terlebih dahulu mensosialisasikan kebijakan kenaikan tarif KRL Commuter Line, setelah adanya keputusan Pemerintah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.