Sebelumnya
Lee juga berharap, agar dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN mendatang, pernyataan yang disampaikan kepada Korut lebih tegas. Bukan pernyataan yang umum. Karena dibanding 35 tahun lalu, sambungnya, posisi ASEAN kini jauh lebih kuat. “Sehingga pengaruhnya lebih besar dalam menyampaikan pesan pada Korut,” tegas Lee.
Selain itu, masih menurut Lee, ASEAN telah tumbuh menjadi kekuatan ekonomi besar. Karena kekuatan tersebut, maka seharusnya ada harapan. ASEAN bisa menyampaikan pada Korut, untuk berhenti melakukan hal-hal yang bisa menganggu. “Berhentilah menyalahkan dan pedulilah pada rakyat sendiri,” ucapnya.
Baca juga : Bahlil Dan Rosan Ngadu Ke DPR
Sebelumnya, pekan ini Pyongyang telah memberikan pandangan langka ke dalam fasilitas rahasia, untuk memproduksi uranium tingkat senjata. Kantor Berita Korut, KCNA, melaporkan hal itu, usai Kim mengunjungi fasilitas tersebut. Kim menyerukan upaya yang lebih kuat untuk "secara eksponensial" meningkatkan jumlah senjata nuklirnya.
Tidak jelas, apakah lokasi tersebut berada di kompleks nuklir utama Yongbyon milik Korut. Tapi ini adalah pengungkapan publik pertama Korut tentang fasilitas pengayaan uranium, sejak menunjukkannya di Yongbyon pada 2010.
Baca juga : Bank bjb Pastikan Para Penggemar Sheila On 7 Nikmati Konser Tanpa Kesulitan
Meski pengungkapan terbaru ini bisa jadi upaya memberikan lebih banyak tekanan pada AS dan sekutunya, gambar-gambar yang dirilis media Korut tentang daerah tersebut bisa memberikan sumber informasi berharga bagi pihak luar. Termasuk untuk memperkirakan, jumlah bahan nuklir yang telah diproduksi Korea Utara.
“Kim berulang kali menyatakan sangat puas atas kekuatan teknis luar biasa dari bidang tenaga nuklir yang dimiliki Korut,” tulis KCNA. Sejak 2022, Korut telah meningkatkan aktivitas pengujian senjata secara drastis, demi memperluas dan memodernisasi persenjataan rudal nuklirnya yang menargetkan AS dan Seoul. Terbaru, Korut melakukan uji peluncuran beberapa rudal balistik jarak pendek pada Kamis (12/9/2024). (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.