BREAKING NEWS
 

Perkuat Kerja Sama

Inggris Hargai Indonesia Sebagai Teman Dan Mitra

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 18 September 2024 06:20 WIB
Menteri Pembangunan, Perempuan dan Kesetaraan Inggris Anneliese Dodds (kiri) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa di Kantor Kementerian Bappenas, Jakarta, Selasa (17/9/2024). (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Dia ingin belajar lebih banyak lagi tentang apa yang dapat dilakukan bersama Indonesia dalam pemberdayaan perem­puan dan anak melalui program Inggris-ASEAN.

Suharso juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Inggris. Dia berharap, MoU ini akan memperkuat hubungan bilateral serta mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Dia meyakini kerja sama pem­bangunan antara Indonesia dan Inggris akan semakin kuat. Se­bab, program ini sejalan dengan upaya mencapai visi Indonesia Emas dan mendukung tujuan pembangunan global.

Baca juga : Tes Wawancara Capim KPK Akhirnya Digelar Terbuka

“Saya senang kami meneken satu MoU untuk lima tahun ke depan. Mudah-mudahan kerja sama ini diikuti dengan kerja sama antar-para pebisnis yang masuk dalam aspek, sektor dan daerah tertentu,” tandasnya.

Selain dengan Suharso, Dodds juga bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nur­baya serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Dodds juga akan melaku­kan kunjungan ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk ber­interaksi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan menun­jukkan dukungan Inggris dalam meningkatkan pembiayaan ino­vatif bagi iklim dan pembangunan, melalui Ecological Fis­cal Transfers (EFT) di tingkat desa/masyarakat.

Baca juga : Puji Karakter Arya Saloka

Sebagai informasi, Inggris men­jalin Kemitraan Pembangunan yang erat dengan Bappenas. Salah satunya melalui program pembangunan rendah karbon, atau Low Carbon Development Initiative (LCDI) sejak 2018.

Pada Oktober 2023, Ing­gris mengumumkan pendanaan fase kedua senilai 27,2 juta poundsterling (sekitar Rp 518,8 miliar). Saat ini, Program LCDI memasuki tahun pertama pelak­sanaannya.

Melalui jaringan pembangunan global (United Nations Develop­ment Programme/UNDP), Ing­gris juga mendukung Bappenas mempromosikan perencanaan dan kebijakan ketahanan air, energi serta pangan. LDU

Baca juga : Trump Jadi Sasaran Pembunuhan Lagi, Pilpres AS Makin Panas

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 18 September 2024 dengan judul "Perkuat Kerja Sama Inggris Hargai, Indonesia Sebagai Teman & Mitra"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense