RM.id Rakyat Merdeka - Militer Israel memulai serangan darat ke perbatasan Lebanon selatan, Selasa (1/10/2024) pagi. Serangan terbatas ini diklaim Tel Aviv untuk menyerang wilayah yang dikuasai Hizbullah di daerah perbatasan Lebanon.
Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defence Force/IDF) mengaku telah memulai serangan darat di desa-desa di Lebanon selatan, yang berbatasan dengan kawasan komunitas Israel di utara.
Invasi darat Israel ke Lebanon didukung angkatan udara dan artileri. Penduduk setempat di kota perbatasan Lebanon, Aita al-Shaab, mengatakan, penembakan hebat dan suara pesawat tanpa awak seperti terbang di atas kepala.
Suar berulang kali diluncurkan di atas kota perbatasan Lebanon, Rmeish, menerangi langit malam. Suar menghasilkan cahaya tanpa ledakan yang digunakan untuk memberi tanda, penerangan dan alat pertahanan militer.
Baca juga : Tuntutan 914 Halaman,Dibaca Cuma 30 Menit
Seorang pejabat keamanan Lebanon mengatakan, Israel juga telah melakukan sedikitnya enam serangan di Beirut selatan.
Sementara media Lebanon, SANA, memberitakan, Israel menyerang kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, dekat kota Sidon, Selasa (1/10/2024) pagi.
Jet tempur dan drone Israel juga menyasar Kota Damaskus, Suriah, yang menewaskan tiga warga sipil, melukai sembilan lainnya dan menyebabkan kerusakan besar di kawasan itu.
Washington telah meminta Israel menahan diri tak menyerang Lebanon. Namun, perintah itu diabaikan.
Baca juga : Makin Yakin Gugat Cerai Andrew Andika
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Matt Miller mengatakan, Israel memberi tahu Paman Sam tentang beberapa operasi mereka.
“Israel mengklaim melakukan operasi terbatas untuk menggempur infrastruktur Hizbullah di dekat perbatasan,” terang Miller.
Serangan ini muncul setelah Wakil Pemimpin Hizbullah Naim Qassem muncul melalui sebuah video memberi semangat pantang menyerah kepada anggotanya di tengah serangan Israel.
“Pasukan perlawanan siap untuk pertempuran darat,” ujar Qassem.
Baca juga : Disampaikan Luhut ke Biden Cs, Jokowi & Prabowo Saling Mendukung
Pensiunan lembaga intelijen AS, Central Intelligence Agency (CIA) yang juga pakar dari Middle East Institute di Washington DC, Douglas London, mengatakan, dengan serangan terbatas ke wilayah Lebanon, Israel mengurangi risiko tentaranya menjadi korban serangan Hizbullah.
Pasalnya, invasi darat yang luas hingga Sungai Litani, hanya membuat tentara Israel terjebak dalam strategi perang Hizbullah berupa serangan mendadak dan perang gerilya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.