RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal (Dirjen) Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Jerman Petra Sigmund memimpin delegasi Kementerian Pertahanan, Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Kementerian Lingkungan Hidup Jerman mengikuti dua kegiatan bilateral; Forum Maritim Bilateral (BMF) Ke-1 dan Dewan Pengarah Bilateral (BSC) Ke-4 di Jakarta.
BMF dilaksanakan Senin (2/12), untuk menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara Jerman dan Indonesia yang ditandatangani pada 2017, mengenai kepentingan bersama untuk meningkatkan kerja sama maritim dalam berbagai bidang. Pertemuan berlangsung bersama perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Fokus diskusi seputar keamanan maritim, perlindungan lingkungan maritim dan industri maritim. Dalam pertemuan kali ini, sebuah Nota Kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kerja sama antara lembaga penelitian keamanan telah ditandatangani untuk memperkuat kerja sama ilmu pengetahuan dalam bidang keamanan maritim.
Baca juga : Dirjen Bea Cukai Pastikan Investigasinya Nggak Bakal Lama
Mengenai perlindungan iklim dan lingkungan hidup, Jerman memberikan dana hingga 4,5 miliar euro untuk sektor ini. Kedua belah pihak membahas potensi kerja sama, termasuk aksi untuk pencegahan limbah plastik di laut dan peningkatan pengelolaan limbah padat.
Dalam bidang industri maritim, peningkatan sumber daya manusia menjadi topik pembahasan utama. Isu mengenai strategi kerja sama dalam isu pelabuhan, seperti peningkatan efisiensi pengelolaan pelabuhan melalui digitalisasi dan pe ngembangan pelabuhan yang ramah lingkungan dan program pelatihan kejuruan dalam industri maritim.
Dalam pertemuan BSC pada Selasa (3/12), delegasi Sigmund bertemu perwakilan Kemlu In- donesia. BSC merupakan sebuah instrumen konsultasi dalam hubungan bilateral Indonesia- Jerman. Beberapa aspek utama dari pertemuan tahun ini adalah perdagangan, investasi dan kerja sama ekonomi. Salah satu sorotan khusus adalah persiapan pameran industri terbesar di dunia, yaitu “Hannover Messe” pada April 2020 mendatang. Indonesia akan menjadi negara mitra pameran.
Baca juga : Dirjen Bea Cukai: Investigasi Tuntas Dua Hari Lagi
“Indonesia adalah sebuah ekonomi industri yang tumbuh stabil dengan potensi menjadi salah satu dari 5 ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045. Hannover Messe memberikan kesempa- tan luar biasa dan unik untuk menampilkan inisiatif “Making Indonesia 4.0” dengan keberagaman dan dinamismenya,” ujar Sigmund dalam rilis Kedutaan Besar Jerman.
“Kami berharap keterlibatan Indonesia sebagai negara mitra resmi Hannover Messe akan memberikan dorongan kuat untuk semakin mengintensifkan hubungan ekonomi bilateral,” katanya.
Selain itu, beberapa kesempatan baru untuk kerja sama investasi dalam bidang energi dan lingkungan hidup juga dibahas, terutama dengan meningkatnya ketertarikan Indonesia terhadap energi terbarukan.
Baca juga : Transaksi LRT Jakarta Gunakan Kartu JakCard dan JakLingko Bank DKI
“Jerman mendukung rencana Indonesia mempercepat perpindahan ke energi terbarukan, yang akan meningkatkan perekonomian dan menciptakan peluang kerja baru,” sambung Sigmund.
BSC juga membahas komitmen berjalan kedua negara untuk memperkuat multilateralisme, mengingat bahwa kedua negara memiliki kerja sama erat dalam Dewan Keamanan PBB sebagai anggota tidak tetap dan juga dalam G20.[DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.