RM.id Rakyat Merdeka - Setelah Iran-Israel saling serang, ancaman terjadinya perang dunia ketiga makin besar. Apalagi, saat ini Rusia-AS, dua negara adidaya tengah di ambang peperangan. Kondisi ini membuat suhu politik dunia makin membara.
Aksi saling serang antara Iran-Israel terjadi sejak 1 Oktober 2024. Mulanya, Iran menembakkan lebih dari 180 rudal ke Israel. Serangan itu sebagai balasan atas kematian Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dan komandan Garda Revolusi Iran Abbas Nilforoushan.
Serangan Iran kali ini lebih besar dari serangan yang dilancarkan April lalu. Saat itu, Iran menembakkan 110 rudal balistik dan 30 rudal jelajah, tapi hanya sedikit yang berhasil. Sedangkan, serangan di awal Oktober lalu, 90 persen rudal yang ditembakkan berhasil mengenai target sasaran.
Baca juga : Yuke Yurike: Jagoan Kami Potensial Merebut Posisi Teratas
Tak terima dengan serangan itu, Israel gantian membalas. Serangan Israel ke Iran dilakukan pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Sekitar seratus jet tempur negara Zionis itu, membombardir sejumlah pangkalan militer Iran.
Serangan dilancarkan dalam beberapa gelombang. Serangan pertama dimulai pada pukul 2.30 pagi. Sedangkan serangan pamungkas dilancarkan mendekati subuh.
Serangan Israel terhadap Iran menarik perhatian sejumlah negara. Arab Saudi mengecam tindakan militer Israel yang menargetkan Iran sebagai “pelanggaran kedaulatan” dan pelanggaran hukum internasional.
Baca juga : Abdul Aziz: Kami Bekerja Lebih Keras Dan Lebih Cerdas
Arab Saudi mendesak semua pihak untuk menunjukkan maksimalitas dalam menahan diri, serta meminta masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah guna meredakan ketegangan dan mengakhiri konflik di kawasan tersebut.
Amerika Serikat juga mendesak Iran tidak melakukan serangan balasan untuk memutus siklus kekerasan. “Kami mendesak Iran untuk menghentikan serangannya terhadap Israel sehingga siklus pertempuran ini dapat berakhir tanpa eskalasi lebih lanjut,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Sean Savett.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan pihaknya tak bisa membiarkan serangan tersebut. Ia pun mengancam bakal menyerang balik Tel Aviv dari wilayah Irak. Termasuk mengincar Amerika Serikat yang dianggap bagian dari Israel.
Baca juga : BGS Luncurkan Skrining Gratis
“Para musuh, baik itu entitas Zionis (Israel) maupun Amerika Serikat harus tahu bahwa mereka akan menghadapi balasan yang keras atas tindakan yang sudah mereka lakukan kepada Iran,” ujar Ali Khamenei dalam pidatonya di Teheran, dikutip dari Anadolu, Sabtu (2/11/2024).
Ia memastikan, saat ini Iran sudah siap mengerahkan berbagai kekuatan yang dimilikinya untuk menggempur Israel. Tinggal menunggu waktu saja amunisi yang disiapkan Iran bakal meluncur ke lokasi yang sudah menjadi target Iran.
“Kami akan melakukan segalanya. Kami siapkan upaya militer, senjata, dan tindakan politik untuk melawan keangkuhan,” imbuhnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.