Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ingatkan Pentingnya Skrining
Kemenkes Berusaha Tekan Kematian Kanker Payudara
Minggu, 3 November 2024 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penanganan kanker payudara menjadi salah satu prioritas Pemerintah dalam Rencana Kanker Nasional 2024-2034. Pasalnya, penyakit tersebut menjadi salah satu penyebab utama kematian terkait kanker, dan hampir 70 persen kasus diketahui saat stadium lanjut.
Tim Kerja Penyakit Kanker dan Kelainan Darah dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Theresia Sandra Diah Ratih menegaskan, skrining kanker payudara penting dilakukan sejak dini. Dengan begitu, para perempuan Indonesia tidak terlambat dalam penanganan kanker payudara.
“Di tahap awal, (kanker payudara) masih mudah dilakukan pencegahan. Berdasarkan hasil riset, sebanyak 99 persen pengobatan kanker payudara berhasil dilakukan, jika masih berada pada stadium 1-2. Bisa sembuh,” ujar Theresia di Jakarta, Kamis (31/10/2024).
Baca juga : KPU Banjarbaru Coret Paslon Walkot Petahana
Namun, sesal dia, sebagian besar pasien kanker payudara, datang berobat saat masuk ke stadium 3 dan 4. Karenanya, kebiasaan deteksi sejak dini harus dilakukan, agar upaya penyembuhan para pengidap kanker payudara berhasil dengan baik.
“Menyikapi hal ini, Pemerintah berupaya memberikan berbagai fasilitas, untuk memudahkan perempuan Indonesia mendeteksi kanker payudara sejak dini. Dengan begutu, penyakit yang banyak ditemukan di Indonesia dan juga dunia itu, dapat dihadapi dengan mudah,” harap Theresia.
Pendiri Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Amalia Sari menambahkan, kanker payudara merupakan kanker ringan dan mudah diatasi. Syaratnya, tegas dia, pemeriksaan dan penanganan tidak dilakukan terlambat.
Baca juga : Masyarakat Harus Dilindungi
Linda mengajak perempuan di Indonesia mau memeriksakan kanker payudara sejak dini, dan mereka tidak perlu merasa khawatir atau takut ketika diajak untuk melakukan pemeriksaan. “Pencegahan di awal, dapat memberi keuntungan lebih mudah untuk diobati,” imbuhnya.
Linda menegaskan, keterbatasan alat canggih, sumber daya manusia unggul, dan biaya pengobatan, tak boleh menjadi alasan untuk tidak melakukan pengecekan kanker payudara. Dia memastikan, upaya Pemerintah untuk mengentaskan masalah ini, sudah cukup mumpuni.
“Kebijakan Menteri Kesehatan dalam 3 tahun terakhir, sudah sangat baik. Semua sudah dilakukan oleh beliau. Kemenkes telah menyiapkan alat mamografi di 500 provinsi, kabupaten dan kota, serta 10.000 alat USG,” ungkapnya.
Baca juga : Kompetensi Guru Kerek Kualitas SDM Di Jakarta
Selain itu, sambung dia, YKPI juga memberi berbagai pelatihan kepada tenaga kesehatan (nakes) yang ada di berbagai Puskesmas di Indonesia. “Jadi, kita harus bersama-sama membangun kepedulian dan penanganan,” ajaknya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya