RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dan Kanada ingin memperkuat hubungan bilateral di bidang ekonomi. Untuk itu, Menteri Promosi, Perdagangan Internasional dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng memboyong 300 perwakilan dari 190 perusahaan dalam Tim Misi Perdagangan Kanada ke Tanah Air.
Mary Ng berbicara dalam acara Misi Perdagangan Tim Kanada ke Indonesia, di Hotel Mulia Jakarta, Senin (2/12/2024). Pagi itu, dia mengenakan dress merah. Rambut hitamnya dibiarkan terurai. Mary Ng tampak bersemangat.
Menurutnya, kesempatan ini dapat membuka para eksportir dan inovator Kanada memperluas dan mendiversifikasi portofolio bisnis internasional. Dia dan rombongan akan berada di Jakarta selama tiga hari, yakni 1-3 Desember 2024.
Baca juga : 1 Orang Ditetapkan Tersangka, 8 Dicekal
Perempuan yang pernah menjabat Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor dan Perdagangan Internasional Kanada itu menjelaskan, perusahaan yang dibawa berkomitmen untuk berinvestasi dan mengembangkan pasar mereka di Indonesia. Delegasi ini berasal dari berbagai sektor. Seperti teknologi nuklir, infrastruktur, hingga transportasi berkelanjutan.
“Bagi teman-teman Indonesia, kalian akan bertemu orang dari delegasi bisnis ini yang benar-benar berasal dari daerah-daerah di Kanada. Anda juga akan melihat pengalaman dan inovasi Kanada di Jakarta,” tutur Mary Ng.
Pada kesempatan itu, Mary Ng dan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meneken perjanjian Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Perjanjian ICA-CEPA akan diimplementasikan pada 2026.
Baca juga : Citra Kirana, Lari Marathon Untuk Rayakan Pernikahan
Pada kesempatan itu, Budi Santoso mengatakan, Tim Misi Perdagangan Kanada merupakan bagian dari strategi Indo-Pasifik Kanada yang telah berlangsung sejak November 2024.
Budi juga mengakui, hubungan Indonesia dan Kanada semakin erat usai rampungnya ICA-CEPA.
Pasalnya, ICA-CEPA merupakan perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif. Tidak hanya mengatur pengurangan tarif. Tapi juga menyangkut akses pasar, pengembangan kapasitas dan fasilitasi perdagangan serta investasi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.