BREAKING NEWS
 

Kebijakan Perselisihan Agama di Asia Kontemporer

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Senin, 9 Desember 2024 14:41 WIB
Dr. Mohammad Reza Ebrahimi (tengah)

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Dr. Mohammad Reza Ebrahimi,

Konselor Kebudayaan Kedubes Iran, Jakarta

Artikel ini disampaikan dalam Ushuluddin International Conference (USICON) ke-8 dengan tema The Politics of Religious Dissent in Contemporary Asia, 5 Desember 2024 di Gedung Kuliah Terpadu, Universitas IIslam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Baca juga : Majukan Ekraf Diperlukan Sinergi Antar Kementerian

Pengantar

Sebagai benua terbesar dan terpadat di dunia, Asia telah menjadi pusat muncul dan berkembangnya banyak agama besar seperti Islam, Kristen, Budha, Hindu dan agama-agama lokal. Meskipun keberagaman agama ini dapat menjadi simbol kekayaan budaya, namun terkadang hal ini menjadi wadah konflik dan perselisihan.

Dalam artikel ini, upaya dilakukan untuk menyelidiki akar, faktor eskalasi, akibat dan solusi penanganan perselisihan agama di Asia kontemporer. Selain itu, contoh-contoh keberhasilan dan kegagalan kebijakan negara-negara Asia dalam menangani isu ini juga akan dianalisis. Mengkaji permasalahan ini menjadi lebih penting terutama mengingat perkembangan politik dan sosial terkini.

1. Latar Belakang Sejarah Perselisihan Agama di Asia

Baca juga : PKB: Kementerian Agama Bukan Tempat Cari Proyek

Perselisihan agama di Asia mempunyai akar sejarah yang dalam, yang seringkali terkristalisasi dalam bentuk kombinasi agama, kekuasaan, dan kepentingan politik. Beberapa contoh penting adalah:

1.1. India dan Anak Benua India

Kolonialisme Inggris secara sistematis memperburuk perselisihan antara umat Hindu dan Islam dengan menerapkan kebijakan “memecah belah dan menguasai”.

Akibat kebijakan ini adalah pemisahan Pakistan dari India pada tahun 1947 dan terciptanya ketegangan jangka panjang antara kedua negara. Pembunuhan massal selama pemisahan India merupakan salah satu tragedi besar pada era ini. Selain itu, konflik terkait Kashmir masih menjadi salah satu tantangan utama hubungan kedua negara.

Baca juga : Kebijakan Pemerintah Harus Didukung Data Yang Akurat

Dalam beberapa tahun terakhir, dengan bangkitnya partai-partai nasionalis Hindu di India, perselisihan dan kekerasan terhadap umat Islam semakin meningkat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat internasional dan organisasi HAM. Selain itu, konflik agama antara umat Hindu dan Sikh di negara bagian Punjab, termasuk di antara kasus-kasus yang menyebabkan kekerasan dan kerusuhan dalam beberapa dekade terakhir.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense