BREAKING NEWS
 

Kebijakan Perselisihan Agama di Asia Kontemporer

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Senin, 9 Desember 2024 14:41 WIB
Dr. Mohammad Reza Ebrahimi (tengah)

 Sebelumnya 
2.3. Pengaruh Kekuatan Asing

Kekuatan dunia seperti Amerika Serikat dan negara-negara Barat telah membantu memperumit perselisihan ini dengan mendukung kelompok agama tertentu. Negara-negara ini berusaha mengamankan kepentingannya dengan mencampuri urusan dalam negeri suatu negara dan mendukung kelompok agama tertentu. Masalah ini dapat memperburuk perselisihan dan kerusuhan di kawasan.

Contoh: Persaingan negara-negara Barat di Suriah dan Yaman telah menyebabkan perang dan pertumpahan darah. Dukungan finansial dan militer kepada kelompok lokal telah memperparah krisis ini.

Baca juga : Majukan Ekraf Diperlukan Sinergi Antar Kementerian

2.4. Media Sosial dan Misinformasi

Menyebarkan informasi palsu tentang minoritas agama di media sosial telah meningkatkan ketegangan dan memicu atau memprovokasi kekerasan. Algoritme media sosial juga dirancang untuk menampilkan konten yang lebih provokatif dan kontroversial, yang dapat memperburuk perselisihan agama.

Selain itu, penggunaan media sosial untuk menyebarkan kebencian dan memprovokasi kekerasan terhadap kelompok minoritas agama juga menjadi salah satu faktor yang memperburuk perselisihan agama.

Baca juga : PKB: Kementerian Agama Bukan Tempat Cari Proyek

Contoh: Di India, rumor WhatsApp tentang "penyembelihan sapi" telah menyebabkan kekerasan terhadap umat Islam. Isu ini menunjukkan pengaruh jejaring sosial dalam merangsang opini publik.

2.5. Tekanan Populasi

Pertumbuhan populasi dan terbatasnya sumber daya dapat meningkatkan persaingan ekonomi dan sosial serta memicu perselisihan agama. Selain itu, migrasi internal dan eksternal juga dapat menyebabkan ketegangan agama. Misalnya saja migrasi Muslim Rohingya dari Myanmar ke Bangladesh menimbulkan ketegangan sosial dan ekonomi di negara ini.

Baca juga : Kebijakan Pemerintah Harus Didukung Data Yang Akurat

2.6. Ekstremisme Agama

Interpretasi ekstremis terhadap agama dan aktivitas kelompok teroris yang berupaya memaksakan ideologi mereka melalui kekerasan dapat memicu semakin intensifnya perselisihan agama dan kerusuhan di wilayah tersebut. Misalnya, kelompok teroris seperti ISIS dan al-Qaeda, dengan interpretasi ekstrim mereka terhadap Islam, telah membunuh ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi di Timur Tengah dan belahan dunia lainnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense