BREAKING NEWS
 

Trump Tutup USAID, Ini Dampaknya Ke Indonesia

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 6 Februari 2025 09:33 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan penutupan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID. (Foto USAID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan penutupan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto merespons langkah tersebut dan dampaknya bagi Indonesia. Airlangga mengatakan tak ada proyek besar yang didanai dari USAID di Indonesia sehingga pengaruhnya nya tak signifikan.

“Kalau proyek USAID saya tidak monitor. Tapi kalau dilihat sebetulnya tidak ada proyek USAID yang relatif besar. Jadi kita relatif tidak terpengaruh,” ujarnya saat konferensi pers di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Baca juga : Mewaspadai Dampaknya Bagi Geopolitik Indonesia

Mengutip laman Kedutaan AS pada Selasa, 4 Februari 2025, sejak 2020 USAID telah mengalokasikan lebih dari 800 juta dolar atau sekitar Rp 13 triliun untuk proyek di Indonesia. Beberapa program yang berpotensi terdampak jika USAID benar-benar ditutup.

Program Vaksinasi Polio

USAID telah mendanai kampanye pemberantasan polio di Indonesia sejak 1998. Hingga saat ini, lebih dari 3,2 juta dolar telah dikucurkan untuk mengatasi wabah polio yang kembali muncul di Aceh, Papua, dan beberapa provinsi lain sejak 2022. Dana ini digunakan untuk mobilisasi 31 juta dosis vaksin nOPV2 serta pendanaan pelatihan tenaga kesehatan dan distribusi informasi ke masyarakat.

Pembangunan Smart City di IKN

Baca juga : Ini 3 Hal Yang Sebaiknya Dilakukan Indonesia

Pada 30 September 2024, USAID mengumumkan pendanaan bagi proyek pilot sistem smart city di Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek ini melibatkan tujuh perusahaan teknologi AS dalam pembangunan pusat komando terintegrasi untuk pengelolaan infrastruktur perkotaan secara digital.

Program Penanggulangan Tuberkulosis (TBC)

USAID telah mengalokasikan 1,5 juta dolar AS untuk pengadaan obat pencegahan tuberkulosis di Indonesia, yang mencakup pengobatan bagi lebih dari 145.000 orang. Program ini merupakan bagian dari strategi global USAID dalam memerangi TBC, yang bertujuan mengakhiri epidemi penyakit ini pada 2030. Indonesia termasuk negara dengan beban kasus TBC tertinggi kedua di dunia.

Program Pengurangan Stunting di Papua

Baca juga : Prabowo Kembali Ke Tanah Air, Ini Hasil Lawatannya ke India & Malaysia

Pada 13 September 2024 USAID bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan PT Freeport Indonesia untuk meluncurkan program PASTI-Papua. Program ini bertujuan menurunkan angka stunting di Papua dengan mengalokasikan dana sebesar 4 juta dolar AS untuk meningkatkan gizi dan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense