BREAKING NEWS
 

Trump Tutup USAID, Ini Dampaknya Ke Indonesia

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 6 Februari 2025 09:33 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan penutupan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID. (Foto USAID)

 Sebelumnya 
USAID telah menginisiasi program "Clean Cities, Blue Ocean" sejak 2021 untuk membantu Indonesia mengelola sampah plastik. Program ini telah berhasil mengelola 17.900 metrik ton sampah kota dan mencegah lebih dari 7.680 metrik ton plastik masuk ke lautan.

Jika program ini terhenti, upaya pengurangan polusi plastik di kota-kota besar seperti Makassar, Semarang, dan Ambon bisa terganggu, berdampak negatif pada lingkungan dan kehidupan laut.

Penguatan Pasokan Air Bersih di Daerah Pedesaan

Adsense

USAID juga telah mengumumkan program penelitian dan penguatan layanan air bersih pedesaan melalui inisiatif USAID REAL-Water. Program ini mendukung kebijakan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS) serta program penyediaan air minum dan pengelolaan sampah berbasis komunitas (PAMSSANIMAS).

Baca juga : Mewaspadai Dampaknya Bagi Geopolitik Indonesia

Penutupan USAID berdampak pada semua misi luar negeri termasuk Indonesia. Semua staf diminta kembali ke AS. Dikabarkan pada Jumat, 7 Februari 2025, semua personel yang dipekerjakan USAID akan diliburkan.

Dengan pengecualian bagi personel yang ditunjuk yang bertanggung jawab atas fungsi-fungsi yang sangat penting, kepemimpinan inti, dan program-program yang ditunjuk secara khusus. “Personel penting yang diharapkan untuk terus bekerja akan diinformasikan oleh pimpinan USAID paling lambat hari Kamis, 6 Februari,” demikian dikutip dari pernyataan resmi di laman usaid.gov, Rabu, 5 Februari 2025.

Personel USAID yang saat ini ditempatkan di luar Amerika Serikat, berkoordinasi dengan kantor-kantor perwakilan dan Departemen Luar Negeri. USAID akan mengatur dan membiayai perjalanan pulang staf ke Amerika Serikat dalam waktu 30 hari dan mengatur pemutusan kontrak dianggap tak penting.

Kenapa USAID

Baca juga : Ini 3 Hal Yang Sebaiknya Dilakukan Indonesia

Penasihat pemerintahan Trump, Elon Musk, menyebutkan USAID bakal ditutup karena lembaga tersebut dinilai sudah tak lagi bermanfaat.

Musk mengatakan hal tersebut setelah dua kepala keamanan USAID menolak memberikan materi rahasia kepada tim inspeksi pemerintahan Trump.

Sementara itu, Anggota Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) yang dipimpin Musk berhasil mengakses informasi rahasia tersebut. Akan tetapi, DOGE tak mengantongi izin untuk mengakses rahasia itu. Menanggapi hal tersebut, dua pejabat keamanan USAID menolak akses DOGE.

Baca juga : Prabowo Kembali Ke Tanah Air, Ini Hasil Lawatannya ke India & Malaysia

Tak berhenti di situ, Musk melalui akun X-nya menyatakan USAID merupakan organisasi kriminal dan saatnya ditutup

"USAID adalah organisasi kriminal. Saatnya untuk mati," cuit Musk di akun X-nya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense