Sebelumnya
Saat berada di dalam PLTN, setidaknya tiga kali terdengar dentuman dari kejauhan di luar sana. Beberapa dari kami spontan menundukkan kepala dan badan. Meski terdengar jauh, namun suara dentumannya sebenarnya terhitung keras.
“Tenang. Tenang. Itu jauh dari kita,” kata Chernichuk, berusaha menenangkan kami.
Selain membawa kami berkeliling melihat-lihat fasilitas di dalam, kami juga diajak keluar. Dia menjelaskan sejumlah fungsi dan sistem pendukung PLTN di luar. Seperti sejumlah air mancur dan danau buatan, sebagai bagian dari sistem keamanan, yang berfungsi sebagai sistem pendingin bahan bakar reaktor PLTN.
Baca juga : Bekas Peluru Dan Karung Pasir Hiasi Kota Melitopol
Sehubungan dengan konflik militer Rusia-Ukraina, pada musim panas 2022, ungkapnya, PLTN ini tak luput dari serangan militer Ukraina. Dia pun menunjukkan sejumlah bekas tembakan di dinding. Chernichuk juga memperlihatkan sejumlah bangkai drone serangan Ukraina, yang menyusup ke kawasan PLTN, namun berhasil ditembak jatuh oleh pihak Rusia.
Di area lain, dia memperlihatkan sejumlah kontainer beton. Isinya, sampah-sampah sisa-sisa bahan nuklir yang amat berbahaya. Di saat yang sama, Chernichuk juga mengakui adanya tekanan dari Ukraina terhadap para pekerja di PLTN.
“Kami selalu menghindarinya. Karena sering mengalaminya, kami tidak terlalu memperdulikannya lagi,” ujarnya.
Baca juga : Maxim Zubarev Survive Pasca Mobilnya Dibom
Salah satu bukti adanya serangan, diberitakan kantor berita Inggris, Reuters, Jumat, 4 Oktober 2024. Saat itu, seorang karyawan di PLTN ini tewas akibat serangan bom mobil. Menurut intelijen militer Ukraina, kutip Reuters, aksi itu sebagai hukuman bagi "penjahat perang".
Komite Investigasi Rusia yang menyelidiki kasus ini menyatakan, karyawan tersebut bernama Andrei Korotkiy. Dia tewas setelah bom ditanam di bawah mobilnya meledak di dekat rumahnya di Kota Enerhodar, yang juga lokasi PLTN tersebut berada. Intelijen militer Ukraina bahkan mempublikasikan video saat mobil Korotkiy meledak.
Selain dikecam pihak berwenang PLTN dan Rusia, Chernichuk pun mengutuk serangan ini. "Ini tindakan mengerikan dan tidak manusiawi. Serangan terhadap karyawan yang memastikan keselamatan fasilitas nuklir adalah langkah keterlaluan," cetusnya.
Baca juga : Serem, Lihat Bus Sekolah Hancur Dihantam Drone
Demi alasan keamanan, PLTN yang rawan karena berada di wilayah konflik bersenjata ini, jelas Chernichuk, untuk sementara tidak dioperasikan. Bahkan, pengawas nuklir PBB, IAEA, secara khusus menempatkan tim pemantaunya secara permanen di PLTN ini. Badan ini juga secara rutin mendesak baik Rusia maupun Ukraina, untuk menahan diri dari semua serangan terhadap PLTN ini. (Bersambung)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.