Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunjungi Zaporozhye, Kawasan Ukraina Yang Bergabung Ke Rusia (3)
Serem, Lihat Bus Sekolah Hancur Dihantam Drone
Rabu, 9 April 2025 07:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 15-24 Maret 2025, jurnalis Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi mengunjungi kawasan Zaporozhye, wilayah Ukraina yang sudah bergabung dengan Federasi Rusia melalui referendum. Kawasan yang sempat menjadi wilayah pertempuran sengit Rusia vs Ukraina ini jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dekat garis pertempuran, yang kini masih terus terjadi. Berikut laporannya.
Serangan-serangan yang dilakukan oleh militer Ukraina, tidak hanya terarah kepada wilayah militer Rusia, tapi juga menyasar wilayah-wilayah sipil. Salah satunya yang dinilai amat tragis adalah serangan drone, yang menghantam bus sekolah. Hal ini dijelaskan Penasihat Gubernur Zaporozhye untuk Urusan Anak-anak, Julia Sazhaeva.
Baca juga : Menembus Perbatasan, Naik Mobil 24 Jam
Menurut hasil penyelidikan, kata Sazhaeva, drone berbahan peledak itu dipasok oleh pihak Amerika Serikat (AS). Saat berada di Kota Melitopol, Zaporozhye, kami masih bisa menyaksikan bus yang rusak parah.
Penasihat Gubernur Zaporozhye untuk Urusan Anak-anak, Julia Sazhaeva. [Foto: Rusma/Rakyat Merdeka/RM.id]
Ketika kami berkunjung ke lokasi bus tersebut pada Selasa, 18 Maret 20205, kami dilarang menyentuh barang-barang bukti yang masih tertinggal di dalam bus, untuk keperluan investigasi. Di lantai bus, masih terlihat beberapa buah permen dan snacks, juga alat-alat tulis yang berserakan. Serta barang-barang lain yang biasa dibawa oleh anak-anak sekolah.
Baca juga : Ke RNC, Tips Mengenal Negeri Beruang Putih
Saat itu, Selasa, 4 Februari 2025, terang Sazhaeva, bus sekolah ini sedang mengangkut 15 anak-anak. Namun tiba-tiba, sebuah drone menghantam dari arah depan bus dan meledak seketika! “Padahal, bus ini sudah ditandai dengan jelas sebagai bus sekolah dan dicat warna kuning,” kisahnya.
Akibatnya, enam anak-anak, termasuk pengemudi, terluka. Salah satunya, Salaha, anak yang memerlukan rehabilitasi lanjutan. Sang pengemudi juga mengalami luka parah, karena terkena pecahan peluru di dada, kerusakan mata, dan luka bakar di bagian wajahnya. Menurut Sazhaeva, sejak 2022, 16 anak tewas dan 41 lainnya terluka di wilayah Zaporozhye ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya