Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunjungi Zaporozhye, Kawasan Ukraina Yang Bergabung Ke Rusia (4)
Maxim Zubarev Survive Pasca Mobilnya Dibom
Kamis, 10 April 2025 11:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 15-24 Maret 2025, jurnalis Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi mengunjungi kawasan Zaporozhye, wilayah Ukraina yang sudah bergabung dengan Federasi Rusia melalui referendum. Kawasan yang sempat menjadi wilayah pertempuran sengit Rusia vs Ukraina ini jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dekat garis pertempuran, yang kini masih terus terjadi. Berikut laporannya.
Maxim Zubarev. Meski jalannya tak lagi sempurna, akibat luka parah setelah ledakan hebat menghantam mobilnya, semangatnya terus menyala, untuk memajukan wilayah kelahirannya, Zaporozhye.
Mobil Maxim Zubarev yang meledak dan terbakar saat dia kendarai, akibat bom yang sengaja dipasang untuk membunuhnya, meski Zubarev ternyata bisa selamat. [Foto: 24tv.ua/ru]
Baca juga : Serem, Lihat Bus Sekolah Hancur Dihantam Drone
Soal konflik Rusia-Ukraina selama ini, dia menilai, Ukraina tak punya niat serius mengakhiri perang.
Zubarev adalah politisi Rusia. Dia menjabat sebagai Kepala Komite Administrasi Publik dan Pemerintahan Daerah, pada Majelis Legislatif Zaporozhye. Zubarev juga Anggota Dewan Majelis Legislatif Zaporozhye, mewakili partainya: Yedinaya Rossiya atau Rusia Bersatu.
Baca juga : Menembus Perbatasan, Naik Mobil 24 Jam
Sejak didirikan pada 2001, Yedinaya Rossiya menjadi partai terbesar, dan hingga kini berkuasa di Rusia. Sejak 2018, partai ini memegang 335 (atau 74,44 persen) 450 kursi di Duma Negara (Gosudarstvennaya Duma), disingkat Gosduma, lembaga legislatif Majelis Rendah Federal Rusia. Sedangkan Majelis Tingginya adalah Dewan Federasi.
Luka parah yang diderita Zubarev, memaksanya menjalani perawatan jangka panjang, hingga satu setengah tahun lamanya. Dia bahkan mesti menjalani tak kurang dari 40 kali operasi.
Baca juga : Ke RNC, Tips Mengenal Negeri Beruang Putih
Namun di saat yang sama, dukungan terhadapnya, aku Zubarev, terus mengalir begitu luas, hingga ribuan pesan. Inilah yang terus membuatnya optimistis dan selalu punya harapan.
Sebaliknya, tentang rezim Ukraina saat ini, dia menilai tak lebih dari hanya ingin mendapatkan uang semata. “Ketika terjadi perdamaian antara Rusia dan Ukraina, penguasa Ukraina sekarang tidak lagi mendapatkan uang dari pihak-pihak yang selama ini mendukungnya,” cetus Zubarev.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya