BREAKING NEWS
 

Dilobi Airlangga Cs, Amerika Kasih Sinyal Positif

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 19 April 2025 08:10 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto salaman dengan United States Trade Representative Jamieson Greer di Washington DC, sebelum melakukan diskusi soal tarif impor, Kamis (17/4/2025). Hadir juga Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (kanan) dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu. (Foto: Instagram airlanggahartarto_official)

 Sebelumnya 
Karena itu, dalam mencari jalan tengah, kedua negara sepakat membentuk tim teknis dan kerangka acuan sebagai dasar penyelesaian negosiasi dalam waktu 60 hari. Rangkaian per­temuan teknis lanjutan akan digelar dalam satu hingga tiga putaran dan diharapkan bisa ditindaklanjuti dalam bentuk format perjanjian yang disetu­jui kedua negara.

"Diharapkan dengan seluruh perte­muan itu, proses negosiasi bisa disele­saikan dalam waktu yang ditargetkan 60 hari," ujarnya

Selain itu, Airlangga menyampai­kan, Pemerintah Indonesia tengah menyusun paket kebijakan ekonomi, termasuk revisi format Tingkat Kom­ponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi insentif-based dan membentuk tim de­regulasi untuk memperbaiki ekosistem investasi dan perdagangan.

Baca juga : Posisi Hasan Nasbi Dipertanyakan, Mensesneg Kini Merangkap Jubir

Airlangga juga menegaskan pentingnya diversifikasi pasar ekspor, termasuk percepatan perjanjian EU-CEPA serta perluasan akses pasar ke Australia, Inggris, Meksiko, dan ka­wasan Amerika Latin. "Tentu kita akan mitigasi penurunan ekspor ke Amerika akibat tarif tinggi, tapi Indonesia opti­mis perundingan 60 hari bisa mencapai hasil yang positif," tandasnya.

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu menambahkan, Pemerintah akan memberikan perhatian khusus kepada sektor-sektor yang rentan, seperti in­dustri padat karya dan perikanan, khususnya udang. Bahkan, Pemerintah sudah melakukan mitigasi dampak penerapan tarif resiprokal terhadap industri padat karya.

“Kami sedang mempelajari langkah-langkah spesifik yang bisa dilakukan untuk sektor-sektor terdampak. Pemerintah juga membentuk satgas ketenagakerjaan dan PHK untuk mengantisipasi dampak langsung," ujarnya.

Baca juga : Menko Polkam Optimalkan Pengamanan Terbuka Dan Tertutup

Ia juga menyampaikan, dalam beberapa bulan terakhir, pelaku usaha khususnya di sektor garmen, alas kaki, dan industri padat karya, telah mencari lokasi produksi baru untuk menjaga akses ekspor ke pasar AS.

Pemerintah juga punya program revitalisasi padat karya untuk memfasilitasi investor agar rantai pasoknya lebih luas. Mengingat, saat ini Indone­sia sudah menjalin kerja sama dengan Korea, Jepang dan Australia.

Dalam konteks pasar global, Mari juga menegaskan pentingnya diversifi­kasi ekspor ke kawasan lain, termasuk Eropa, Asia Timur, dan ASEAN. Per­cepatan penyelesaian perjanjian da­gang seperti EU–CEPA juga menjadi prioritas agar rantai pasok Indonesia lebih luas dan menguntungkan.

Baca juga : Idrus: Isu Matahari Kembar Menyesatkan & Tidak Berdasar

Menurutnya, jika Indonesia bisa me­manfaatkan perang dagang antara AS dan China, ada potensi untuk mengam­bil peran penting dalam rantai pasok global di sektor-sektor strategis seperti mineral kritis dan semikonduktor.

"Diversifikasi pasar itu sangat penting seperti di Eropa. Termasuk untuk percepatan penyelesaian EU-CEPA, tapi di luar itu tentunya mitra-mitra dagang yang lain perlu kita libatkan termasuk di kawasan kita sendiri seperti di ASEAN," pungkasnya. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense