BREAKING NEWS
 

Jenazahnya Dipindah Ke Basilica

Paus Wasiat Minta Dimakamkan Dalam Peti Berlapis Seng

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Rabu, 23 April 2025 08:00 WIB
Jenazah Paus Fransiskus diperlihatkan ke publik saat upacara penetapan kematian dan penempatan jenazah di dalam peti jenazah di kapel Casa Santa Marta, Vatikan, Senin (21/4/2025). (Foto: Dok. Vatican News)

RM.id  Rakyat Merdeka - Persiapan pemakaman Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus mulai dilakukan. Hari ini, Rabu (23/4/2025), jenazah Paus Fransiskus akan dipindahkan dari Casa Santa Marta di Vatikan menuju Basilika, Santo Petrus. Sesuai wasiatnya, Paus akan dimakamkan di Basilika dalam peti berlapis seng.

Kabar ini diungkapkan Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo. Kata dia, sekitar pukul 09.00 waktu setempat, jenazah Paus akan dibawa dari Casa Santa Marta di Vatikan menuju Basilika, Santo Petrus.

Proses ini akan dipimpin Kepala Rumah Tangga Vatikan, seorang Kardinal. Sedangkan proses pemakaman akan dilakukan pada Sabtu (26/4/2025), dimulai pukul 10.00 waktu setempat.

“Yang akan memimpin pemakaman adalah Kepala Dewan para Kardinal yang namanya Kardinal Batista Re,” terang Suharyo di Gereja Katedral, Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Paus Fransiskus wafat dalam usia 88 tahun, Senin (21/4/2025). Sebelum wafat, pria bernama lengkap Jorge Mario Bergoglio ini menulis sebuah wasiat soal lokasi pemakaman.

Baca juga : Saras Didukung Pengurus Dari Dalam & Luar Negeri

Paus Fransiskus meminta dimakamkan di luar Vatikan. Dengan wasiat ini, Paus Fransiskus akan menjadi Paus pertama selama lebih dari satu abad terakhir yang dimakamkan di luar Vatikan.

Biasanya, para Paus yang meninggal dimakamkan di gua-gua bawah tanah di bawah Basilika Santo Petrus di Vatikan. Namun, Paus Fransiskus memilih tempat peristirahatan terakhirnya di Basilika Santa Maria Maggiore yang ada di seberang Sungai Tiber, Roma.

Bukan hanya lokasi pemakaman, Paus Fransiskus juga mengubah tradisi pemakaman selama ratusan tahun. Jenazah Paus tidak lagi dikubur menggunakan peti dari bahan kayu cemara, timah, dan ek.

Adsense

“Paus Fransiskus meminta dimakamkan di dalam satu peti jenazah yang terbuat dari kayu sederhana berlapis seng,” demikian bunyi dokumen resmi, Senin 21 April 2025.

Sementara itu, Vatikan telah merilis foto-foto pertama yang memperlihatkan Paus Fransiskus di peti mati terbuka selama upacara pernyataan kematian yang berlangsung di kapel Casa Santa Marta di Vatikan, Senin (21/4/2025) malam.

Baca juga : 2 Paslon Ajukan Gugatan Ke MK

“Selama upacara, pernyataan kematian dibacakan dengan suara keras. Tindakan tersebut disahkan oleh Kardinal Farrell, dan upacara tersebut berlangsung kurang dari satu jam,” tulis sebuah laporan menukil Vatican News.

Selain hal tersebut, usai kematian Paus Fransiskus juga ada tradisi penghancuran cincin pemimpin tertinggi umat Katolik dunia itu wafat. Penghancuran cincin ini sebagai simbol berakhirnya masa kekuasaan pemimpin tertinggi dan rasul bagi umat Katolik.

Setiap Paus yang bertakhta memang selalu memakai cincin yang disebut Fisherman’s Ring sebagai simbol Pemimpin Agung Gereja Katolik Dunia. Cincin beserta takhta suci yang biasa digunakan juga akan dihancurkan oleh Carmelengo yang merupakan pemimpin sementara Vatikan.

The Fisherman’s Ring akan dihancurkan menggunakan palu khusus oleh Carmelengo. Praktik ini bukan sekadar menandakan berakhrinya otoritas Paus dalam gereja Katolik dunia, tetapi juga mencegah penyalahgunaan The Fisherman’s Ring dan segel untuk memalsukan dokumen.

Upacara penghancuran cincin dilakukan setelah pengumuman resmi kematian Sang Paus oleh Vatikan. Kardinal Carmelengo yang mengumumkan dan melakukan prosesi penghancuran the Fisherman’s Ring serta segel Kepausan di hadapan para kolega Kardinal di Vatikan.

Baca juga : Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat

Prosesi ini dilakukan secara formal persis sebelum dimulainya konklaf atau pemilihan Paus berikutnya di Vatikan. Tradisi penghancuran cincin Paus sempat tak dilakukan pada era Paus Benediktus XVI lantaran mantan Paus tersebut mengundurkan diri pada 2013.

Untuk diketahui. Kardinal Carmelengo saat itu hanya membuat tanda salib di bagian atas cincin Paus Benediktus XVI menggunakan kikir baja. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense