RM.id Rakyat Merdeka - Tradisi konklaf Gereja Katolik untuk memilih Paus yang baru menggantikan Paus Fransiskus, menjadi bahasan hangat para elite politik hingga masyarakat. Termasuk dari Gedung Putih.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Sabtu (4/5/2025), mengunggah sebuah gambar yang dibuat AI (Artificial Intelligence), menunjukkan dirinya mengenakan jubah kepausan dan duduk di atas singgasana, dengan satu jari mengarah ke langit.
Baca juga : Ringkus Maling Besi JPO Halte Dan Pelat Kolong Tol!
Gambar itu paling terkenal di antara ribuan gambar lain yang muncul sejak kematian Paus Fransiskus pada 21 April lalu, dan menjelang para kardinal melakukan prosesi pemilihan Paus baru pada Rabu (7/5/2025). Para netizen di berbagai platform media sosial juga mulai sibuk membicarakan proses pemilihan tersebut.
Menurut pemantauan Visibrain, seperti dilansir AFP, Selasa (6/5/2025), lebih dari 1,3 juta tweet telah dipublikasikan di media sosial X (dulu Twitter) yang membahas soal konklaf. Sedangkan di platform TikTok, video-video soal konklaf telah ditonton lebih dari 363 juta kali.
Baca juga : Polri Ajak Masyarakat Bantu Berantas Judol
Melihat fenomena ini, peneliti ilmu informasi dan komunikasi Refka Payssan mengatakan, misteri dan ritual seputar konklaf sangat cocok dibicarakan secara luas di dunia maya.
“Netizen suka dengan teori konspirasi dan desas-desus misteri. Pemilihan Paus sangat menarik bagi warga maya,” ujar Payssan dikutip dari Associated Press, Selasa (6/5/2025).
Baca juga : Yayasan Pita Kuning Gelar Maraton, Ajak Masyarakat Peduli Anak Penderita Kanker
Pendiri konsultan strategi digital OTTA Stephanie Laporte mengatakan, kaum muda saat ini menggandrungi isu misterius seperti tata cara pemilihan Paus yang sangat rahasia.
“Anak muda suka berspekulasi. Setiap orang di jejaring sosial punya pendapat dan setiap orang ingin mengartikan berita, mencari petunjuk, ingin mengetahui kardinal mana yang akan menjadi Paus. Ini hampir seperti game,” beber Laporte.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.