BREAKING NEWS
 

Jadi Bahasan Hangat Elite Politik & Masyarakat

Medsos Hingga Situs Judol Ramaikan Pemilihan Paus

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 7 Mei 2025 04:15 WIB
Para kardinal mengikuti Kongregasi Umum ke-10 di Vatikan, Roma, Italia, Minggu (5/5/2025). (Foto Vatican Media)

 Sebelumnya 
Meski banyak dari netizen bukan beragama Katolik, sambung Laporte, anak muda sangat menyadari pengaruh Paus terhadap ratusan juta orang. Bahkan miliaran orang, baik dalam pendiriannya tentang konflik kemanusiaan maupun soal lingkungan.

Bukan itu saja, para penjudi juga ramai-ramai bertaruh mengenai sosok yang akan menggantikan Paus Fransiskus. Berbagai situs judi membuka pasar taruhan soal Paus baru, sejak Minggu (4/5/2025).

Adsense

Baca juga : Ringkus Maling Besi JPO Halte Dan Pelat Kolong Tol!

Meski taruhan semacam ini ilegal di AS, pasar gelap judi Paus baru tetap saja mencatatkan angka fantastis. Beberapa situs bahkan melaporkan taruhan mencapai 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 162,2 miliar.

Di Inggris, sekitar 30.000 poundsterling (Rp 600 juta) menjadi hadiah bagi mereka yang berhasil menebak Paus baru. “Minat klien secara global sangat besar,” ujar Manajer Oddschecker, Sam Eaton.

Baca juga : Polri Ajak Masyarakat Bantu Berantas Judol

Oddschecker adalah salah satu platform taruhan online terbesar dari Inggris yang menganalisis peluang di berbagai pasar. Ribuan taruhan Paus baru datang dari sekitar 140 negara. Penjudi paling banyak datang dari Inggris, Irlandia dan AS.

“Tren taruhan tentang paus berikutnya memang baru-baru ini muncul, dan peminatnya datang dari seluruh dunia,” ujar bandar judi terbesar di Inggris William Hill, Lee Phelps.

Baca juga : Yayasan Pita Kuning Gelar Maraton, Ajak Masyarakat Peduli Anak Penderita Kanker

Di Italia, meski taruhan semacam ini dilarang, banyak warga yang terlibat dalam permainan seru tanpa uang taruhan. Sebagai contoh, Fantapapa (Fantasy Pope) menjadi permainan favorit. Lebih dari 60.000 orang ikut serta dalam memilih kardinal favorit mereka layaknya permainan liga fantasi sepak bola.

“Ini bukan soal uang, permainan ini membuat teman-teman bisa bergembira bersama. Bagi kami, ini hiburan ringan di tengah peristiwa yang serius,” ujar Federico La Rocca, mahasiswa Italia yang ikut bermain.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense