Sebelumnya
Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez, yang ikut hadir dalam KTT Liga Arab di Baghdad juga menyerukan peningkatan tekanan untuk menghentikan pembantaian di Gaza. Hal yang sama disampaikan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.
Dia mendesak mitranya dari AS, Presiden Donald Trump, melakukan semua upaya yang diperlukan untuk gencatan senjata. Sekjen Perserikatan BangsaBangsa (PBB) Antonio Guterres yang hadir di KTT itu, mengatakan bahwa Israel dan Hamas perlu gencatan senjata permanen.
Baca juga : Sah! Pertamina Pimpin Clean Energy Task Force ASCOPE
“Kami khawatir dengan rencana Israel yang ingin melakukan perluasan operasi darat. Kami juga menolak pemindahan penduduk Gaza yang berulang,” tegas Guterres.
Sebelumnya, saat berada di Uni Emirat Arab, Jumat (16/5/2025) Presiden AS Donald Trump mengakui banyak orang kelaparan di wilayah Palestina yang kini tengah terkepung. Trump merasa AS perlu turun tangan.
Baca juga : Pemimpin Top Dunia Lepas Kepergian Paus Fransiskus
“Kami sedang melihat Gaza. Dan kami akan mengurusnya,” kata Trump kepada wartawan di Abu Dhabi, Jumat (16/5/2025).
Sementara, Pemerintah Israel berdalih bahwa keputusan mereka untuk menghentikan bantuan ke Gaza, dimaksudkan untuk memaksa kelompok Hamas memberikan konsesi. Diketahui, Hamas masih menahan puluhan sandera Israel sejak serangan 7 Oktober 2023.
Baca juga : Ucapan Duka Cita Pemimpin Dunia Atas Wafatnya Paus Fransiskus
Hamas membebaskan Edan Alexander pada Senin (12/5/2025), sandera terakhir berkewarganegaraan AS yang masih hidup. Sebagai bagian dari kesepahaman dengan Washington mengenai pembebasan Alexander, pejabat senior Hamas Taher al-Nunu mengatakan, Hamas menunggu dan mengharapkan AS untuk memberikan tekanan lebih lanjut kepada Israel untuk membuka penyeberangan dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan segera.
Gencatan senjata yang sudah berlangsung selama dua bulan antara Israel dan Hamas berhenti pada 18 Maret lalu. Hal ini karena ulah Israel yang tiba-tiba memblokade total Gaza. Aksi Israel ini memicu kurangnya pasokan pangan. Warga Gaza pun terancam kelaparan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.