Dark/Light Mode

Pengamat Minta Pemprov Jakarta Tegakkan Pergub Zona Bebas Air Tanah

Kamis, 20 Maret 2025 18:03 WIB
Diskusi pengelolaan air minum di Jakarta, yang digelar Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI), di Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2025). Foto: Istimewa
Diskusi pengelolaan air minum di Jakarta, yang digelar Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI), di Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto mengapresiasi PAM Jaya dalam penyediaan air bersih. Pada 2030, seluruh warga Jakarta akan tersambung pipa air bersih PAM Jaya.

Hal ini menurut SGY, sapaan Sugiyanto untuk mengatasi krisis air bersih. SGY optimis target layanan 100 persen yang menjadi rencana strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu akan tercapai.

“Meski tantangannya tidak kecil, saya meyakini melalui milestone yang sudah diterapkan dan direalisasikan, target itu bisa dicapai,” kata SGY saat diskusi pengelolaan air minum di Jakarta, yang digelar Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI), di Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2025).

Baca juga : Patra Drilling Contractor Perluas Pasar dan Kembangkan Energi Bersih

Untuk itu, dia mendesak Pemprov DKI Jakarta menegakkan Pergub Nomor 93 Tahun 2021 tentang Zona Bebas Air Tanah guna mencegah dampak lebih parah, termasuk penurunan muka tanah. Pasalnya, Jakarta kini tengah menghadapi ancaman serius akibat eksploitasi air tanah yang tidak terkendali.

“Aturan ini menetapkan sanksi bagi yang melanggar. Jika diterapkan dengan baik, penggunaan air tanah bisa berkurang dan jaringan perpipaan bisa lebih optimal,” ujarnya.

Diketahui, Pergub itu juga mengatur larangan bagi bangunan dengan luas lantai 5.000 meter persegi atau lebih serta delapan lantai atau lebih untuk menggunakan air tanah mulai 1 Agustus 2023, kecuali untuk keperluan dewatering.

Baca juga : Buka Puasa Bersama, Fraksi PKS Apresiasi Wartawan dan Peduli Anak Yatim

Di sisi lain, ia mengapresiasi kinerja Perumda PAM Jaya yang kini mampu meraih keuntungan Rp 1,2 triliun setelah menghentikan kerjasama dengan PT Aetra dan Palyja. Direktur Eksekutif KPMI Andi Wijaya alias Adjie Rimbawan mengatakan, masih banyak warga, terutama di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“KPMI mendukung optimalisasi jaringan perpipaan agar semua warga mendapat akses air bersih,” kata Adjie.

Senior Manager Corporate Communication PAM Jaya Gatra Vaganza menuturkan, demi memenuhi target cakupan layanan 100 persen di tahun 2030, sejumlah program pendukung telah dibangun.

Baca juga : Gelar Rapat Pengamanan Kendaraan Dinas, Pemprov Diminta Serahkan BPKB Asli

“Target di tahun 2030 itu kita harus sudah ada 18 Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan target jumlah pelanggan 2.006.167 Skala Rumah. Kemudian, untuk panjang jaringan perpipaan mencapai 19.234 kilometer,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.