BREAKING NEWS
 

Jelang Pengumuman Tarif Dagang, Airlangga Terbang Ke Amrik Dari Brazil

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Senin, 7 Juli 2025 07:52 WIB
Airlangga Hartarto. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang pengumuman tarif dagang baru oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (9/7/2025), Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto terbang ke Negeri Paman Sam untuk memonitor negosiasi perdagangan.

Airlangga berangkat ke AS usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 BRICS di Rio de Janeiro, Brazil. Sebagaimana diketahui, BRICS merupakan blok ekonomi yang beranggotakan Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, serta sejumlah negara mitra, termasuk Indonesia.

“Malam ini (saya berangkat ke AS),” ujar Airlangga saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka, Senin malam (7/7/2025).

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan, Airlangga terbang dari Brazil sekitar pukul 21.00 waktu setempat dan menempuh perjalanan sekitar 15 jam. Jika sesuai rencana, Airlangga akan tiba di Washington pada Selasa (8/7/2025) pukul 12.00 waktu setempat atau sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca juga : Mansur: Kami Harap Tidak Ada Penyalahgunaan Kuota

Selama di AS, Airlangga dijadwalkan bertemu dengan perwakilan United States Trade Representative (USTR), Menteri Perdagangan, hingga Menteri Keuangan. Namun demikian, jadwal pertemuan masih bersifat tentatif.

“Soalnya, beberapa perwakilan negara sudah menunggu di Amerika. Tim kita sendiri sudah seminggu berada di sana,” jelas Haryo.

Sebelumnya, Airlangga telah menyampaikan proposal akhir kepada pemerintah AS agar tarif resiprokal terhadap produk Indonesia bisa diturunkan. Pemerintah bersama pelaku usaha Indonesia menawarkan paket pembelian komoditas dan investasi sebesar 34 miliar dolar AS, guna menyeimbangkan defisit perdagangan AS terhadap Indonesia yang mencapai 19 miliar dolar AS.

Adsense

“Pembelian Indonesia terhadap produk Amerika ini bukan bersifat jangka pendek, tapi jangka panjang. Kalau kata Pak Presiden, ‘pak pok’. Jadi, trade deficit-nya 19 miliar dolar AS, tapi kita tawarkan pembelian yang jumlahnya lebih besar, yakni 34 miliar dolar AS,” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Baca juga : Sepekan Di Pevek, Suhu Dingin Dan Tak Ada Malam

Dari total paket tersebut, sekitar 15,5 miliar dolar AS akan dialokasikan untuk pembelian komoditas energi, pertanian, dan investasi Indonesia di AS. Investasi ini akan melibatkan BUMN dan entitas nasional seperti Danantara.

Sementara itu, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan, tarif baru akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2025. Ia mendesak negara-negara mitra untuk segera membuat kesepakatan. “Namun, Presiden saat ini masih menyusun ketentuan tarif dan kesepakatannya,” ujarnya.

Ancaman Tambahan Tarif

Trump juga mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap negara-negara yang dianggap mendukung kebijakan anti-Amerika dari kelompok BRICS.

Baca juga : Abduk Fikri Faqih: Sebaiknya Sekolah Dan Orang Tua Dilibatkan

“Setiap negara yang memihak kebijakan anti-Amerika, BRICS akan dikenakan tarif tambahan 10 persen. Tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!” tegas Trump melalui akun media sosialnya, Truth Social, Senin (7/7/2025).

Trump tidak merinci lebih lanjut maksud dari kebijakan anti-Amerika tersebut. Namun, pernyataan itu muncul bertepatan dengan pelaksanaan KTT BRICS di Rio de Janeiro, Brazil, Minggu (6/7/2025).

Sebagai tandingan kelompok G7 yang dipimpin AS, BRICS kini mencakup 20 negara, terdiri dari 10 anggota inti dan 10 negara mitra, termasuk Indonesia. Secara kolektif, BRICS merepresentasikan 56 persen populasi dunia dan menyumbang sekitar 44 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense