BREAKING NEWS
 

Serangan Israel Tewaskan 3 Orang Di Gereja Gaza, Paus Leo Minta Gencatan Senjata

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 18 Juli 2025 05:53 WIB
Paus Leo XIV kembali menyerukan gencatan senjata di Gaza, menyusul serangan Israel yang menewaskan tiga orang di dalam gereja, Kamis (17/7/2025). (Foto: Instagram @pontifex)

RM.id  Rakyat Merdeka - Paus Leo XIV kembali menyerukan gencatan senjata di Gaza, setelah tiga orang yang berlindung di gereja Katolik di wilayah tersebut tewas dalam serangan Israel, Kamis (17/7/2025).

"Paus sangat berduka mendengar hilangnya nyawa dan cedera akibat serangan militer terhadap Gereja Keluarga Kudus," ungkap sebuah telegram, seperti dilansir BBC, Kamis (17/7/2025).

Patriarkat Latin Yerusalem, yang mengawasi gereja tersebut membenarkan, Gereja Keluarga Kudus diserang tentara Israel. Sembilan orang lainnya terluka, salah satunya berada dalam kondisi kritis di rumah sakit. Pastor paroki mengalami luka ringan.

Terkait hal ini, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengaku sangat menyesalkan adanya amunisi nyasar yang mengenai gereja tersebut. Saat ini, kata Netanyahu, militer Israel sedang melakukan peninjauan terhadap serangan tersebut.

Banyak keluarga pengungsi dari komunitas Kristen kecil di Gaza  tinggal di kompleks gereja tersebut, sejak rumah mereka hancur akibat perang.

Semasa hidupnya, mendiang Paus Fransiskus menghubungi mereka hampir setiap hari. Video dan foto yang beredar memperlihatkan, atap Gereja Keluarga Kudus terkena tembakan, jendela-jendelanya pecah.

Sementara TV menunjukkan, Pastor Paroki Argentina, Gabrielle Romanelli berjalan terhuyung-huyung. Dia tampak memeriksa seorang pria di atas tandu di RS Al-Ahli di Kota Gaza.

Baca juga : Kemenko Polkam Minta Pengawasan Diperketat

Patriarkat Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa mengatakan kepada situs web Vatican News, Gereja Keluarga Kudus terkena tembakan tank.

"Yang kami tahu pasti adalah sebuah tank, IDF (Pasukan Pertahanan Israel) mengatakan itu adalah kesalahan, tetapi kami tidak yakin tentang hal ini. Mereka menyerang gereja secara langsung," katanya.

Sementara lembaga amal Caritas Jerusalem membeberkan, peluru menghantam atap gereja, sehingga pecahannya dan juga puing-puing bangunan terserak di halaman.

"Saat itu, beberapa orang berada di luar gedung utama, termasuk dua perempuan lanjut usia yang sedang duduk di dalam tenda dukungan psikososial Caritas kami. Keduanya mengalami luka parah dan dibawa dengan ambulans ke RS Al-Ahli setelah tertunda 15 menit," ungkap lembaga tersebut.

Tiga anak muda yang berdiri di pintu masuk gereja juga disebut mengalami luka parah. Mereka dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Adsense

Tak lama, Patriarkat Latin Yerusalem mengumumkan, tiga orang kehilangan nyawa akibat luka-luka yang diderita dan sembilan lainnya luka-luka. Termasuk, satu orang dalam kondisi kritis dan dua orang dalam kondisi serius.

Mereka yang tewas adalah petugas kebersihan paroki bernama Saad Issa Kostandi Salameh (60), Foumia Issa Latif Ayyad (84), Najwa Abu Daoud.

Baca juga : Diusulkan Bangun Area Parkir Air Dan Penghijauan

Patriarkat mengutuk keras tragedi yang menargetkan warga sipil tak berdosa serta tempat suci.

"Namun, tragedi ini tidak lebih besar atau lebih mengerikan dibanding banyak tragedi lain yang menimpa Gaza. Banyak warga sipil tak berdosa lainnya juga telah terluka, mengungsi, dan tewas," papar Patriarkat.

Sekretaris Negara Vatikan mengirimkan telegram kepada para korban, yang menyebut Paus Leo sangat berduka atas hilangnya nyawa. Dia meyakinkan Pastor Romanelli dan seluruh komunitas paroki akan kedekatan spiritualnya.

"Yang Mulia Paus kembali menyerukan gencatan senjata segera, dan beliau mengungkapkan harapan mendalamnya untuk dialog, rekonsiliasi, dan perdamaian abadi di kawasan ini," tambahnya.

Patriarkat Ortodoks Yunani di Yerusalem juga mengutuk serangan tersebut, yang disebutnya sebagai pelanggaran mencolok terhadap martabat manusia dan pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian hidup dan kesucian tempat-tempat keagamaan.

Diperkirakan, sebanyak 600 orang terlantar berlindung di dalam gereja pada saat itu. Mayoritas anak-anak. Selain itu, juga ada 54 orang berkebutuhan khusus.

Gereja Keluarga Kudus berada di wilayah Kota Gaza, yang sebelumnya telah diperintahkan oleh militer Israel untuk ditinggalkan penduduk setempat.

Caritas Jerusalem mengatakan, Pastor Romanelli telah mendesak orang-orang untuk tetap berada di dalam ruangan, mengingat keberadaan tank-tank Israel di dekat kompleks gereja dan serangan di wilayah sekitar yang cukup intens.

Baca juga : Gubernur Pramono: Penarikan Pajak Padel Perintah Undang-Undang

"Jika Pastor Gabriel tidak memperingatkan kami untuk tetap di dalam ruangan, kami mungkin kehilangan 50 hingga 60 orang pada hari ini. Itu akan menjadi pembantaian," kata seorang staf Caritas.

Lebih dari 20 orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Gaza, Kamis (17/7/2025).

Di utara, sumber medis mengatakan, delapan pria yang menjaga truk bantuan dan sepasang suami istri, beserta lima anak mereka termasuk di antara korban tewas.

Israel melancarkan perang di Gaza sebagai balasan atas serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 lainnya disandera.

Sejak itu, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 58.500 orang di Gaza, menurut catatan kementerian kesehatan yang dikelola Hamas. Angka-angka kementerian tersebut dikutip oleh PBB dan pihak lain, sebagai sumber statistik korban jiwa yang paling terpercaya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense