RM.id Rakyat Merdeka - Para pemimpin dunia mengecam niat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang akan menguasai total Kota Gaza. Langkah yang telah direstui Kabinet Keamanan ini dinilai sebagai upaya pembersihan etnis Palestina di Gaza.
Berikut komentar sejumlah pemimpin dunia, terkait niatan Netanyahu menguasai Gaza secara total, seperti dilansir BBC dan CNN International:
PM Inggris Keir Starmer
PM Starmer mendesak Israel untuk segera mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. "Inggris berupaya mengamankan perdamaian sebagai bagian dari solusi dua negara," ujarnya.
Pemimpin Oposisi Israel Yair Lapid
Lapid menilai, rencana Netanyahu menguasai Gaza secara total, sepenuhnya bertentangan dengan posisi militer dan lembaga pertahanan. Tanpa mempertimbangkan kelelahan dan keletihan pasukan tempur.
Politisi Palestina Mustafa Barghouti
Baca juga : Rencana Netanyahu Kuasai Gaza Disetujui Kabinet Keamanan Israel
Barghouti berpendapat, keputusan Israel tak ubahnya seperti deklarasi kejahatan perang.
"Ini menunjukkan niat sebenarnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemerintahannya, untuk Pembersihan etnis seluruh rakyat Palestina di Jalur Gaza," paparnya.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong
Australia mendesak Israel untuk mundur dari rencananya. "Pengungsian paksa permanen merupakan pelanggaran hukum internasional," ujar Wong.
Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy
Polyansky menyebut rencana tersebut sebagai langkah yang sangat buruk ke arah yang sepenuhnya salah.
Baca juga : Banyak Pendaftar Luar Jakarta, Pramono Jamin Seleksi Damkar Dan PPSU Transparan
"Moskow telah berulang kali mengkritik tindakan Israel di Gaza, dan menyerukan gencatan senjata sejak awal perang," cetusnya.
Pemerintah Turki
Turki menilai, keputusan Israel sebagai fase baru kebijakan ekspansionis dan genosida di wilayah Gaza.
Pemerintah Swiss
Kemlu Swiss menyatakan sangat prihatin dengan pengumuman pemerintah Israel.
"Meningkatnya permusuhan berisiko memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah memprihatinkan," demikian pernyataan Kemlu Swiss.
Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares
Baca juga : Ini Tantangan Berat Timnas Tatap Kualifikasi Piala Dunia 2026
Albares menilai, langkah Netanyahu hanya akan menyebabkan kehancuran dan penderitaan lebih lanjut.
Menteri Luar Negeri Belanda Caspar Veldkamp
Veldkamp berpendapat, rencana Israel adalah langkah yang salah. Menurutnya, langkah ini sama sekali tidak berkontribusi memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza. "Juga tidak akan membantu memulangkan para sandera," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.