BREAKING NEWS
 

350 Aktivis Pro Palestina Tiba Di Tunisia

Thunburg & Cucu Mandela Cs Angkut Bantuan Untuk Gaza

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 9 September 2025 07:14 WIB
Aktivis iklim terkenal asal Swedia Greta Thunberg (rambut berponi) disambut ribuan orang saat tiba di Tunis, Tunisia, bersama sekitar 350 aktivis pro-Palestina pada Minggu (7/9/2025). (Foto via BBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekitar 350 aktivis pro Palestina asal Swedia, termasuk aktivis iklim terkenal asal Swedia Greta Thunberg, tiba di kota Tunis, Tunisia, Minggu (7/9/2025). Rombongan datang dengan kapal yang membawa bantuan untuk rakyat Palestina di Gaza.

Misi kemanusiaan internasional dengan kapal ini disebut Global Sumud Flotilla(GSF). Konvoi kapal yang bertujuan menembus blokade Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Kapal-kapal mereka merapat di pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia dan disambut oleh banyak orang.

Foto-foto dari pelabuhan Sidi Bou Said menunjukkan kerumunan orang mengelilingi Thunberg yang berusia 22 tahun itu. Dia juga menyampaikan pidato sesampainya di wilayah itu.

“Kita semua tahu mengapa kita ada di sini,” katanya.

“Di seberang perairan sana sedang terjadi genosida, kelaparan massal oleh mesin pembunuh Israel,” sambung Thunberg sebagaimana dikutip BBC, Senin (8/9/2025).

Baca juga : Usai Putrinya Dipecat, Thaksin Kabur Ke Dubai Jelang Persidangannya

Anggota Parlemen Eropa berdarah Prancis-Palestina, Rima Hassan, juga hadir di pelabuhan. Dia memuji solidaritas yang ditunjukkan kepada rakyat Palestina.

“Perjuangan Palestina hari ini bukan berada di tangan Pemerintah. Mereka ada di dalam hati rakyat dunia,” ungkap Hassan.

Cucu tokoh anti-apartheid Afrika Selatan Nelson Mandela, Mandla Mandela, juga bergabung dengan para aktivis pro Palestina berlayar ke Gaza. Mandla Mandela akan berangkat bersama 10 warga negara Afrika Selatan.

“Kami tahu betul apa artinya hidup di bawah pendudukan, di bawah penindasan. Kami di Afrika Selatan dan banyak negara Afrika dapat merasakannya,” kata Mandla di Tunisia.

Adsense

Dari Barcelona, Spanyol, ada sekitar 20 kapal yang ikut dalam rombongan. Mereka juga singgah di Tunisia sebelum melanjutkan perjalanan ke Gaza Misi GSF diprakarsai Global Movement to Gaza yang akan diikuti oleh ribuan relawan dari 44 negara, termasuk dari Indonesia.

Baca juga : Unusia Tawarkan Beasiswa Untuk Anak-anak Di Gaza

Sebelumnya, misi ini pernah gagal karena dihentikan oleh pasukan Israel pada Juni 2025. GSF kembali melakukan aksinya yang dimulai pada awal September 2025.

“Beberapa kapal armada yang menuju Gaza telah tiba di pelabuhan Sidi Bou Said di Tunisia. Kapal tersebut akan dimuat dengan bantuan tambahan dan bergabung dengan tim Tunisia untuk tahap selanjutnya dari misi ini,” tulis GSF di X.

Upaya aktivis kemanusiaan GSF mendapat komentar sinis dari Israel. Zionis menggambarkan upaya Thunberg Cs hanya mencari perhatian dan tidak memberikan dampak nyata.

Pada Maret lalu, Israel memberlakukan blokade total selama hampir tiga bulan terhadap pasokan bantuan ke Jalur Gaza. Israel berulang kali membantah adanya kelaparan di Gaza.

Namun, badan-badan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sudah mengkonfirmasi memang terjadi kelaparan di Gaza. PBB menyatakan, hal itu terjadi karena Israel menghalangi masuknya bantuan.

Baca juga : Update Aktivitas Gunung Ruang: Masih Status Awas, Ini Imbauan Untuk Masyarakat

30 WNI Ikut Misi GSF

Sebanyak 30 Warga Negara Indonesia (WNI) akan bergabung dalam misi kemanusiaan internasional GSF. Para relawan tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy (IGPC), organisasi yang menaungi para relawan Indonesia di GSF.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi terkait keikutsertaan WNI. Keberangkatan misi GSF dijadwalkan pada 10 September 2025 dari Tunisia menuju Gaza.

“Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunis, kita telah memfasilitasi selama mereka berada di Tunisia dan menyampaikan mengenai gambaran risiko yang akan mereka hadapi ketika berada di wilayah Gaza,” jelasnya.

Vahd menambahkan, Pemerintah akan terus memantau kondisi para WNI yang tergabung dalam misi tersebut. Melalui KBRI Kairo dan KBRI Roma, yang juga memiliki wilayah akreditasi mencakup Siprus, akan terus memantau pergerakan rombongan ini demi memastikan keselamatan seluruh relawan, termasuk WNI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense