Sebelumnya
Selain investasi, partisipasi Indonesia juga menjadi ajang memperkuat national branding dengan menegaskan komitmen pada pembangunan berkelanjutan.
Deputi Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas sekaligus Commisioner General dari Paviliun Indonesia Vivi Yulaswati menjelaskan, Paviliun Indonesia hadir dengan konsep kapal besar yang merepresentasikan bangsa bahari dan visi Indonesia Emas 2045.
“Tidak saja dari sisi kapalnya, tetapi juga kehidupan budaya, kuliner, dan juga kehidupan alam sangat berkaitannya dengan laut,” jelas Vivi.
Paviliun Indonesia juga berhasil menarik perhatian tokoh-tokoh penting dunia. Mulai dari pangeran, perdana menteri, hingga menteri. Dari Indonesia, dukungan hadir tidak hanya dari kementerian dan lembaga, tetapi juga Pemerintah Daerah, pelaku bisnis, dan masyarakat.
Baca juga : Ini Rencana Purbaya, Lagi Duit Nganggur Di Kementerian Ditarik
“Pengunjungnya tentunya sebagian besar dari Jepang, mereka sangat antusias. Namun juga kita mendapat kunjungan banyak dari pengunjung negaranegara lain,” ungkap Vivi.
Indonesia Kembali Ke Panggung Global
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono menilai kehadiran Prabowo dalam Sidang Umum ke-80 PBB merupakan langkah strategis yang sangat penting, baik secara simbolik maupun substantif. Mengingat, sudah lebih dari satu dekade, Presiden RI absen di forum tertinggi diplomasi multilateral dunia.
“Pidato ini menandai kembalinya Indonesia ke panggung utama global dengan posisi yang lebih tegas dan proaktif,” imbuh Dave kepada Rakyat Merdeka.
Dave menekankan momentum ini dapat dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen Indonesia terhadap prinsip-prinsip multilateralisme, perdamaian dunia, dan keadilan global. Apalagi, Prabowo dijadwalkan berbicara di urutan ketiga setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika.
Baca juga : Pejabat Tidak Lagi Pakai Sirine Tot Tot Wuk Wuk
Menurutnya, Indonesia memiliki peran strategis sebagai jembatan antara Utara dan Selatan, Timur dan Barat. Forum PBB adalah tempat yang tepat untuk memperkuat posisi tersebut.
“Semoga pidato Presiden menjadi awal dari babak baru diplomasi Indonesia yang lebih aktif, inklusif, dan berpengaruh di tingkat global,” harap politisi partai Golkar itu.
Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana menilai rangkaian kunjungan Prabowo ke 4 negara menunjukkan efektivitas diplomasi sekali jalan. Namun, tujuan utama dari perjalanan internasional ini adalah menghadiri Sidang Umum PBB. Namun, perjalanan internasional tersebut juga dimanfaatkan dengan melakukan kunjungan ke beberapa negara lain yang berada di jalur penerbangan.
“Diplomasi sekali jalan mendapat banyak manfaat,” jelas Hikmahanto.
Baca juga : Muhammad Khozin: Penyebutan Ibu Kota Politik Harus Diperjelas
Dengan strategi ini, lanjut Hikmahanto, Pemerintah memaksimalkan perjalanan ke luar negeri untuk menjalin kerja sama internasional. Sehingga dapat memperkuat diplomasi ekonomi dan mempererat hubungan dengan mitra strategis di berbagai kawasan.
“Ini langkah efisien, sekali perjalanan luar negeri bisa diraih banyak manfaat diplomasi,” pungkas Hikmah. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.