RM.id Rakyat Merdeka - Sanae Takaichi, politisi konservatif yang baru terpilih sebagai Ketua Partai Demokrat Liberal (LDP), kemungkinan besar akan menunjuk Toshimitsu Motegi sebagai Menteri Luar Negeri setelah dirinya resmi menjadi Perdana Menteri (PM) Jepang.
Kabar ini datang dari sumber internal partai yang dikutip sejumlah media lokal, Senin (6/10/2025). Takaichi bakal menggantikan Shigeru Ishiba PM Jepamg dalam sidang parlemen luar biasa yang dijadwalkan pertengahan Oktober nanti.
Kemenangan Takaichi dalam pemilihan ketua LDP pada Sabtu lalu sekaligus menandai sejarah baru. Selain menjadi perempuan pertama yang memimpin partai berkuasa di Jepang, dia akan menjadi PM perempuan pertama dalam sejarah Jepang.
Penunjukan Motegi bukan hanya soal politik luar negeri. Motegi adalah mantan Sekretaris Jenderal LDP dan pernah menjabat Menteri Luar Negeri pada 2019–2021.
Baca juga : Aplikasi All Indonesia Diyakini Bangun Citra Positif Indonesia
Dalam internal partai, Motegi dikenal sebagai tokoh senior yang memiliki pengalaman panjang, termasuk dalam negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) pada era Donald Trump. Dia juga merupakan salah satu rival Takaichi dalam pemilihan ketua partai, Sabtu lalu, dan disebut-sebut berperan dalam kemenangan Takaichi setelah dirinya tersingkir di putaran pertama.
Selain Motegi, Takaichi juga berencana mengangkat Minoru Kihara, mantan Menteri Pertahanan yang dikenal memiliki pandangan tegas dalam isu keamanan nasional, sebagai Kepala Sekretariat Kabinet. Posisi tersebut strategis karena mengkoordinasikan kebijakan pemerintahan sehari-hari.
Langkah Takaichi untuk merangkul para rivalnya dipandang sebagai bagian dari strategi konsolidasi kekuasaan di internal partai, terutama setelah LDP mengalami kemunduran dalam pemilu Majelis Tinggi pada Juli lalu.
Dalam konferensi pers usai terpilih, 4 Oktober lalu, Takaichi mengajak rekan separtai kompak bekerja keras bagai kuda untuk membangkitkan kembali kekuatan politik partai.
Baca juga : Pimpin Apel Akbar & Kirab Atlet, Pram Targetkan Jakarta Jadi Lumbung Prestasi
Namun konsolidasi ini tidak sepenuhnya mulus. Nama Koichi Hagiuda, mantan Menteri Perindustrian dan pendukung utama Takaichi, disebut akan menduduki jabatan Sekretaris Eksekutif Pelaksana Partai. Namun penunjukan ini diperkirakan menuai resistensi dari publik dan oposisi. Mengingat salah satu mantan stafnya pernah terjerat kasus dana politik yang mencoreng nama LDP dalam skandal penggelapan dana yang hingga kini belum sepenuhnya hilang dari ingatan publik.
Selain ketiga nama tersebut, Takaichi juga mempertimbangkan untuk memberikan jabatan kepada rivalnya dalam pemilihan ketua partai Sabtu lalu: Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi yang juga putra dari mantan PM Jepang Junichiro Koizumi, Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi, mantan Menteri Keamanan Ekonomi Takayuki Kobayashi.
Takaichi juga telah menyatakan akan memperluas koalisi pemerintahan sebelum dilantik sebagai PM, mengingat LDP saat ini tidak menguasai mayoritas di parlemen.
Namun rencana ini sudah lebih dulu mendapat kritik dari kubu oposisi. Yoshihiko Noda, pemimpin Partai Demokrat Konstitusional Jepang, menyatakan bahwa penunjukan tokoh-tokoh yang terlibat dalam skandal lama justru memperlihatkan tidak adanya penyesalan dan ketidakpekaan terhadap suara publik.
Baca juga : Demer Bakal Rangkul Anak Muda
Pada hari yang sama, mantan PM Taro Aso, yang masih memiliki pengaruh besar dalam tubuh LDP, bertemu dengan Kazuya Shimba, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat untuk Rakyat. Pertemuan tersebut diperkirakan membahas peluang kerja sama antarpartai dalam isu-isu ekonomi, seperti penghapusan pajak bensin sementara dan peningkatan ambang batas penghasilan bebas pajak.
Aso menjadi pendukung Takaichi di putaran kedua pemilihan, dan menurut sejumlah laporan, kemungkinan besar akan diangkat sebagai Wakil Presiden Partai, sebuah posisi kehormatan namun berpengaruh yang sesuai dengan status Aso sebagai tokoh senior berusia 85 tahun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.