BREAKING NEWS
 

Disampaikan Dubes Tiffany McDonald

Pasar Indonesia Kinclong, Australia Tertarik Investasi

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 15 November 2025 05:23 WIB
Acara peluncuran Survei Bisnis Australia di Asia Tenggara 2025, di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis (13/11/2025). (Foto Kedubes Australia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah persaingan ekonomi kawasan, Duta Besar (Dubes) Australia untuk ASEAN Tiffany McDonald blak-blakan menyebut Indonesia sebagai “pasar paling kinclong” yang menarik hati pebisnis Negeri.

Otimisme itu mengemuka dalam peluncuran Survei Bisnis Australia di Asia Tenggara 2025 di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis (13/11/2025). Acara tersebut diselenggarakan bersama Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia Gita Kamath dan Dubes McDonald, saat program Invested: Strategi Ekonomi Asia Tenggara Australia hingga 2040, memasuki tahun ketiga implementasinya.

Survei edisi ke-9 ini disusun Australia-ASEAN Chamber of Commerce (AustCham ASEAN) bekerja sama dengan Universitas Royal Melbourne Institute of Technology University (RMIT). Melibatkan lebih dari 350 perusahaan Australia yang beroperasi di seluruh Asia Tenggara.

Hasilnya menunjukkan, 77 persen pebisnis Australia memperkirakan pendapatan mereka di ASEAN akan naik, dan 36 persen menyebut Indonesia sebagai pasar prioritas ekspansi.

“Survei ini memperkuat langkah kami di bawah Strategi Ekonomi Australia di Asia Tenggara 2040, untuk menggenjot integrasi ekonomi regional dan membuka peluang bisnis yang lebih luas,” jelas McDonald.

Baca juga : Pengusaha Australia Lirik Peluang Investasi Rp 380 T

Temuan survei ini bertepatan dengan lima tahun Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA CEPA).

Selain itu, menurut laporan terbaru Katalis, “Unlocking Indonesia-Australia Investment and Australia-Indonesia Business Study,” optimisme tinggi tersebut didukung fondasi ekonomi Indonesia yang kuat.

Riset yang dilakukan oleh Katalis secara khusus menyoroti ukuran pasar Indonesia yang luas, potensi pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan sumber daya alam yang melimpah sebagai daya tarik utama bagi investor Australia.

Adsense

Katalis merupakan program pengembangan bisnis berdurasi lima tahun (2020–2025) yang didukung Pemerintah untuk membuka potensi ekonomi dari kemitraan kedua negara.

Program ini dibentuk di bawah Program Kerja Sama Ekonomi IA-CEPA ECP, yang melengkapi kegiatan pembangunan Australia dengan pendekatan bilateral berorientasi komersial.

Baca juga : Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp 468 Triliun

Australian Business Champion to Indonesia Jennifer Westacott menambahkan, terlepas dari optimisme hubungan ekonomi kedua negara, nilai sesungguhnya terletak pada pemahaman untuk memanfaatkan potensi tersebut.

“Ini pengetahuan yang dapat ditindaklanjuti dan akan mendorong lebih banyak modal dari Australia yang masuk ke Indonesia,” ujar Westacott.

Pada 2024, ASEAN menjadi mitra dagang terbesar kedua Australia dengan nilai 195 miliar dolar Australia (sekitar Rp 2,11 kuadriliun). Sedangkan Indonesia tercatat sebagai mitra dagang ke-9 terbesar dengan nilai 35,38 miliar dolar Australia (sekitar Rp 383 triliun).

 

 

Baca juga : Ekpansi Ke Pasar Asia, MUSE Dorong Pertumbuhan Investasi Aset Riil

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense