Dark/Light Mode

Perkuat Kemitraan Pangan & Pertanian Dengan RI

Pengusaha Australia Lirik Peluang Investasi Rp 380 T

Rabu, 12 November 2025 06:09 WIB
Wakil Dubes Australia untuk Indonesia Gita Kamath (paling kanan), Business Champion Australia untuk 
Indonesia Profesor Jennifer Westacott (tengah) dan Interim Chief Executive NFF Su McCluskey pada 
acara A-SEABX di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Wakil Dubes Australia untuk Indonesia Gita Kamath (paling kanan), Business Champion Australia untuk Indonesia Profesor Jennifer Westacott (tengah) dan Interim Chief Executive NFF Su McCluskey pada acara A-SEABX di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia semakin erat. Sebanyak 29 perusahaan agrobisnis dan agripangan asal Negeri Kanguru melirik peluang investasi senilai Rp 380 triliun di Tanah Air.

Langkah itu dilakukan melalui kegiatan AustraliaSoutheast Asia Business Exchange Mission (A-SEABX) yang digelar di Jakarta pada 10–11 November 2025. Delegasi A-SEABX dipimpin Business Champion Australia untuk Indonesia Profesor Jennifer Westacott, yang juga Rektor Universitas Western Sydney. Dia ditunjuk langsung Pemerintah Australia untuk mendorong pengembangan bisnis dan kolaborasi agribisnis dengan Indonesia.

“Sekitar 5 miliar dolar Australia atau Rp 54 triliun dari total perdagangan dan investasi kami berasal dari sektor pertanian. Potensi Indonesia sangat besar dan kami ingin mendukung Indonesia menuju swasembada dan ketahanan pangan,” kata Westacott.

Menurutnya, kerja sama kedua negara tidak hanya fokus pada perdagangan dan investasi. Namun mencakup transfer teknologi, penelitian, pelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian.

Westacott juga menyambut baik peluang kolaborasi dengan Danantara, dana kekayaan negara (Sovereign Wealth Fund) Indonesia. Menurutnya, kerja sama ini bisa mempercepat dan mempermudah proses investasi antarperusahaan kedua negara.

“Skema ini memungkinkan perusahaan Australia berhubungan¬ langsung dengan satu entitas, sehingga proses investasi bisa lebih sederhana dan cepat. Perusahaan kami menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kerja sama ini,” ujarnya.

Baca juga : Peringati Hari Pahlawan, Dirut Pertamina: Perwira Pejuang Energi Indonesia

Interim Chief Executive Federasi Petani Nasional Australia (NFF) Su McCluskey menambahkan, misi A-SEABX menjadi momentum memperkuat hubungan jangka panjang kedua negara di sektor agribisnis.

“Kami melihat peluang besar untuk meningkatkan kapasitas pertanian di Indonesia dan mendukung ambisi swasembada pangan. Ini bukan cuma soal komoditas, tapi juga pertukaran keahlian dan peningkatan layanan,” ucapnya.

McCluskey menekankan, Australia siap membantu Indonesia meningkatkan populasi ternak lewat penyediaan bibit sapi potong dan sapi perah. Ini sejalan dengan target satu juta ekor sapi yang dicanangkan Pemerintah.

“Kami sudah berdiskusi dengan beberapa pelaku usaha terkait impor bibit sapi dari Australia. Diharapkan bisa mendukung program gizi (Makan Bergizi Gratis/MBG-red) di sekolah, sekaligus memperkuat produksi daging dan susu nasional,” jelasnya.

Selain itu, Australia juga terbuka memperluas perdagangan gandum, kanola dan pakan ternak, serta menjajaki kerja sama pengolahan lokal di Indonesia. Kedua negara juga melihat potensi besar di sektor hortikultura, seperti alpukat, jeruk dan beri, yang bisa diekspor ke pasar premium di Eropa, Jepang dan Asia Tenggara.

Menurut Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath, misi dagang ini diselenggarakan Austrade (Komisi Perdagangan Australia) dengan NFF. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara. Terutama setelah Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA) berlaku sejak 2020.

Baca juga : Lahirkan Pembalap Muda, Pertamina Siap Dukung Mandalika Racing Series 2026

“Selama lima tahun terakhir, perdagangan dua arah antara Indonesia dan Australia hampir tiga kali lipat. Sekarang nilainya lebih dari 35 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 380 triliun,” kata Kamath di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Dia mengatakan, investasi langsung Australia ke Indonesia juga tumbuh 30 persen tahun lalu, menempatkan Negeri Koala di posisi sepuluh besar negara investor di Tanah Air.

Misi dagang ini berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Sejalan dengan komitmen tersebut, Kamath mengungkapkan bahwa Australia mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) dengan mendanai Centres of Excellence (Pusat Unggulan Nasional) di Bandung, Surabaya dan Papua.

“UNICEF sudah membentuk pusat-pusat unggulan itu untuk memperkuat kebijakan berbasis bukti dan meningkatkan kapasitas pelaksanaan program. Australia ikut memberikan bantuan teknis,” pungkasnya.

 

 

Baca juga : Perkuat Strategi Pemasaran, Askrindo Raih Penghargaan Indonesia Best CMO

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.