RM.id Rakyat Merdeka - Virus corona baru yang dikenal dengan Covid-19 saat ini memang tengah menghantui semua orang. Apalagi di Korea Selatan. Melonjaknya angka yang terpapar membuat sebagian masyarakat ikut panik.
Terlebih setelah Pemerintah Korea Selatan meningkatkan status kewaspadaan menjadi “Red Alert” dan ditetapkannya wilayah Daegu dan Gyeongsangbuk-do sebagai “Special care zones” alias zona karantina karena lonjakan angka tersebut.
Menyikapi hal ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI Seoul makin meningkatkan upaya perlindungan WNI. Jumlah WNI di Korea Selatan tercatat berjumlah 37.043 orang.
KBRI terus menyebarkan berbagai informasi penting mengenai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan virus corona. Hal ini dilakukan baik secara langsung maupun dengan berkoordinasi bersama simpul-simpul dan tokoh masyarakat mitra KBRI, paguyuban kedaerahan, mahasiswa, juga kelompok keagamaan seperti Jamaah Masjid Indonesia dan juga Jamaat Gereja Indonesia.
Secara khusus KBRI juga secara langsung menelepon sebagian mahasiswa dan masyarakat Indonesia lainnya di daerah yang terdampak paling parah, yaitu di Daegu dan Gyeongsangbuk-do. Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung keadaan mereka, ketersediaan makanan, dan masker kesehatan.
Melalui kerja sama dengan berbagai instansi seperti BNI 46, membagikan masker kesehatan gratis terutama ke berbagai daerah yang terkena dampak paling parah. KBRI terus berkoordinasi dengan berbagai otoritas terkait di Korsel maupun Pemerintah Pusat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan.
“Saya percaya bahwa Pemerintah Korea Selatan mampu menangani wabah ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap langkah-langkah penanganan pemerintah Korsel.” Demikian ungkap Dubes RI untuk Korsel, Umar Hadi.
“Saya terus mengimbau agar masyarakat tetap tenang, selalu mengikuti perkembangan melalui sumber-sumber terpercaya dan juga berbagai imbauan KBRI melalui media sosial KBRI Seoul,“ imbuh Umar Hadi.
Selama beberapa pekan terakhir, KBRI mengintensifkan info langkah-langkah pencegahan dari paparan virus. Tak ayal sarana komunikasi ini menjadi rujukan penting bukan saja buat masyarakat Indonesia di Korsel namun juga keluarga mereka di Indonesia.
Baca juga : Digosipkan Jadi Dewan Pengawas KPK, Ini Tanggapan Antasari dan Ahok
Memang saat ini menjaga daya tahan tubuh, dan kebersihan masih menjadi langkah utama pencegahan, selain juga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Hal inilah yang selalu diimbau.
“Jaga kesehatan ya! Lindungi diri dan keluarga tercinta dari bahaya Covid-19.” Demikian bunyi salah satu imbauan.
Beberapa hari terakhir hotline KBRI selalu menjadi nomor rujukan berbagai masyarat di Korsel yang khawatir. Berbagai kekhawatiran masyarakat terus dialamatkan mulai dari ketersediaan masker, kondisi terkini di berbagai wilayah, hingga gejala Covid-19 dan umah sakit rujukan.
Hotline KBRI Seoul ini aktif 24 jam, 7 hari dalam sepekan. Hingga 25 Februari Korsel telah melaporkan 977 kasus terbaru dari Covid-19. Angka ini merupakan angka tertinggi di luar China, sebagai pusat penyebaran virus.
Catat, ini sejumlah nomor kontak darurat yang bisa dihubungi:
Hotline KBRI Seoul: +82-10-5394-2546
Hotline Korea Immigration: 1345 (Tekan 8 dan * untuk Layanan Bahasa Indonesia)
Korea Centers for Disease Control and Prevention (KCDC) 1339
Mengenai perkembangan situasi di Korea Selatan, komunikasi juga dapat dilakukan dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan (PERPIKA) dan mitra perlindungan KBRI yang tersebar di beberapa kota.
Baca juga : Dominasi Kecerdasan Buatan, Baik Atau Buruk?
Berikut nomor-nomor kontaknya:
Ketua Perpika : +6281212334173 (WA) atau +821021428012
Gubernur Perpika Wilayah 1 (Seoul, Gyeonggi-do, Gangwon-do): +821039738138
Gubernur Perpika Wilayah 2 (Daejon, Jeonju, Gwangju, Chungcheongbuk-do, Chungcheongnam-do, Jelollabuk-do, Jeollanam-do): +821020795847
Gubernur Perpika Wilayah 3 (Busan, Gimhae, Daegu, Ulsan, Gyeongsangbuk-do, Gyeongsangnam-do): +821036930412
Mitra KBRI di Kota Tongyeong: +821073153073
Wilayah Sancheongpo dan sekitarnya: +821039765186
Kota Chagwon: +821075304212
Kota Incheon: +821059546175
Baca juga : HKI: Pembangunan Kawasan Industri Dongkrak Ekonomi Nasional
Kota Gwangju: +6281290891456
Kota Busan: +821046948187
Kota Gimhae: +821073594373
Kota Ansan: +821059436143
Pulau Jeju: +821093582014, +821020275318 Kota Suwon: +821091849033
Perwakilan UT Korea: +821083462416
Kota Pyeongtaek: +821076378082
Kota Daegu: +821054553884
Kota Tongyeon: +821093037569 KBRI Seoul secara aktif akan terus memantau perkembangan ini dan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan sembari mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus waspada. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.