RM.id Rakyat Merdeka - Gempa berkekuatan 7,5 skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah timur laut Jepang di lepas pantai timur Prefektur Aomori pada Senin (8/12/2025) pukul 23.15 waktu setempat, dilaporkan telah mengakibatkan 34 orang terluka. Kyodo News menyebut, gempa berkedalaman 54 km ini mengakibatkan transportasi dan pasokan air terganggu, sekolah-sekolah di berbagai daerah diliburkan.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengingatkan, gempa 7,5 SR ini dapat diikuti oleh gempa dengan kekuatan serupa atau lebih besar di wilayah yang sama, dalam beberapa hari mendatang. Ini adalah pertama kalinya JMA menerbitkan peringatan semacam itu untuk wilayah pesisir Hokkaido dan Pantai Sanriku, yang membentang dari Aomori hingga Prefektur Iwate dan Miyagi.
Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi mengimbau masyarakat di wilayah tersebut untuk senantiasa mengikuti informasi dari pemerintah setempat dan JMA selama setidaknya satu pekan mendatang. Serta bersiap menghadapi kemungkinan gempa bumi lainnya.
Baca juga : Orangtua Nadiem Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel
"Pemerintah mengimbau warga untuk tetap menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi seperti biasa, sambil tetap siaga untuk segera mengungsi jika terjadi gempa," ujar Takaichi kepada wartawan di kantornya di Tokyo, seperti dikutip Kyodo News, Selasa (9/12/2025).
Masyarakat di sepanjang pesisir Pasifik, dari Hokkaido hingga Prefektur Chiba, harus tetap waspada selama seminggu ke depan. Sekalipun rekomendasi evakuasi tidak diterbitkan. Masyarakat diminta untuk memeriksa rute evakuasi, menyiapkan perlengkapan darurat, mengamankan perabotan rumah, serta memastikan persediaan makanan, air, dan toilet portabel.
JR East telah menangguhkan layanan bullet train di Jalur Tohoku Shinkansen antara Morioka di Prefektur Iwate dan Shin-Aomori di prefektur tetangga Aomori, untuk inspeksi setelah gempa bumi. Operasional bullet train akan normal kembali pada sore hari.
Fasilitas Nuklir Aman
Baca juga : KPK Tahan 4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi TKA Kemnaker
Melansir NHK, PLTN di wilayah terdampak gempa tidak ada yang mengalami anomali. Tokyo Electric Power Company (TEPCO) melaporkan, PLTN Fukushima Daiichi dan Daini tetap beroperasi secara normal, namun telah menghentikan pelepasan air yang diolah dan diencerkan dari Daiichi pada Senin (8/12/2025) pukul 23.42 waktu setempat, sebagai tindakan pencegahan standar.
Fasilitas nuklir tersebut sudah mengalami tiga kali kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami Maret 2011. Usai kejadian itu, air yang digunakan untuk mendinginkan bahan bakar cairbercampur dengan air hujan dan air tanah. Air tersebut diolah untuk menghilangkan sebagian besar zat radioaktif, kecuali tritium.
Air tersebut kemudian diencerkan, sehingga kadar tritiumnya jauh di bawah standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk air minum, sebelum dibuang ke laut.
Baca juga : Trauma Gempa Bumi, Tinggal Di Gua 2 Tahun
TEPCO telah memerintahkan sejumlah karyawannya untuk sementara waktu mengungsi dari pembangkit listrik tersebut. Sementara Tohoku Electric Power Company mengatakan tidak ada kejanggalan yang terdeteksi di PLTN Higashidori di Prefektur Aomori atau pembangkit listrik Onagawa di Prefektur Miyagi. Hokkaido Electric Power Company juga melaporkan, PLTN Tomari tidak mengalami masalah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.