RM.id Rakyat Merdeka - Gencatan senjata yang diharapkan menghentikan pertumpahan darah di Gaza tidak terwujud. Tentara Israel masih sering melakukan penyerangan dan telah menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.
Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, sejak gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, sekitar 509 orang meninggal dunia. Bahkan, 32 korban tewas dalam serangan dalam sehari pada Sabtu (31/1/2026).
Baca juga : Menlu RI dan 7 Negara Kecam Israel atas Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza
Kementerian tersebut, yang merupakan bagian dari pemerintahan Hamas, menyimpan catatan korban jiwa terperinci dan umumnya dianggap dapat diandalkan oleh badan-badan PBB serta para ahli independen.
Serangan terbaru Sabtu, disebut sebagai yang paling intens sejak kesepakatan damai mulai berlaku. Serangan udara Israel menghantam sasaran di seluruh Gaza, termasuk sebuah bangunan apartemen permukiman di Gaza City dan kamp tenda di Khan Younis.
Baca juga : Kunker Ke Aceh Tamiang, Wapres Pastikan Pemulihan Pascabencana Berjalan Optimal
Korban tewas tercatat dua wanita dan enam anak-anak. Mereka dua keluarga yang berbeda. Serangan udara juga menghantam markas polisi di Gaza City, menewaskan setidaknya 14 orang dan melukai lainnya, kata Direktur Rumah Sakit Shifa, Mohamed Abu Selmiya.
Rumah Sakit Nasser mengatakan, serangan terhadap kamp tenda pengungsi memicu kebakaran besar yang menewaskan tujuh orang, termasuk seorang ayah, tiga anaknya, serta tiga cucunya. Sementara itu, Rumah Sakit Shifa menyebut serangan terhadap sebuah gedung apartemen di Kota Gaza menewaskan tiga anak, seorang bibi, dan nenek mereka pada Sabtu pagi.
Baca juga : Amran Ancam Pengusaha Yang Mainkan Harga Sapi
Selain itu, dilansir AFP, seorang pria dilaporkan tewas akibat serangan di sisi timur kamp pengungsi Jabaliya.
Buka Perlintasan Rafah
Serangkaian serangan tersebut terjadi sehari sebelum dibukanya kembali perlintasan Rafah di perbatasan Gaza–Mesir, yang terletak di kota paling selatan Jalur Gaza. Selama hampir seluruh masa perang, seluruh pintu perbatasan wilayah itu ditutup total.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.