Sebelumnya
Israel mengumumkan membuka kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir pada Minggu (1/2/2026). Uji coba pengoperasian pelintasan dan perjalanan dua arah akan dilakukan hari ini.
Namun, lintasan itu hanya untuk orang dengan jumlah terbatas. Israel setuju mengizinkan hingga 150 orang setiap hari dapat mengakses pelintasan di Rafah tersebut. Arus barang dan bantuan kemanusiaan belum diizinkan untuk melewatinya.
Baca juga : Menlu RI dan 7 Negara Kecam Israel atas Pelanggaran Gencatan Senjata Gaza
Bagi warga Palestina, Rafah dipandang sebagai jalur penyelamat, terutama bagi puluhan ribu orang yang membutuhkan perawatan medis di luar Gaza. Sebagian besar infrastruktur kesehatan di wilayah tersebut telah hancur akibat perang berkepanjangan, membuat rumah sakit setempat tak lagi mampu menangani korban luka dan pasien kritis.
Pembukaan perlintasan Rafah yang masih terbatas ini menjadi langkah besar pertama dalam fase kedua gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS). Pembukaan kembali perbatasan merupakan salah satu agenda paling krusial sekaligus sensitif dalam fase lanjutan tersebut. Isu lainnya mencakup demiliterisasi Jalur Gaza setelah hampir dua dekade berada di bawah kekuasaan Hamas, serta pembentukan pemerintahan baru untuk mengawasi proses rekonstruksi.
Baca juga : Kunker Ke Aceh Tamiang, Wapres Pastikan Pemulihan Pascabencana Berjalan Optimal
Namun, serangan Israel pada Sabtu menjadi pengingat bahwa jumlah korban jiwa di Gaza terus bertambah, meski kesepakatan gencatan senjata perlahan dijalankan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.