RM.id Rakyat Merdeka - Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) menang pemilu parlemen pertama sejak pemberontakan Gen Z yang menggulingkan Perdana Menteri (PM) Sheikh Hasina pada 2024, Jumat (12/2/2026). Ucapan selamat dari Amerika Serikat (AS), India dan Pakistan, mengalir untuk Pemimpin BNP Tarique Rahman.
Pemilu Bangladesh diselenggarakan pada Kamis (12/2/2026), dan hasilnya diumumkan pada Jumat (13/2/2026). BNP sukses mengamankan dua pertiga kursi di parlemen. Partai pimpinan Tarique Rahman menang telak dengan meraih 209 kursi dari 300 kursi di Jatiya Sangsad atau Dewan Bangsa.
Jamaat-e-Islami, hanya meraih 68 kursi. Sementara National Citizen Party (NCP) menang di 5 dari 30 kursi yang diperebutkan kandidat NCP.
NCP merupakan aliansi Jamaat-e-Islami yang terdiri dari aktivis muda yang berperan dalam penggulingan Hasina. Liga Awami, partai Hasina, dilarang untuk berpartisipasi dalam pemilu.
Pemilu ini dianggap penting untuk mengembalikan stabilitas politik di negara mayoritas Muslim dengan populasi 175 juta.
Meski belum dilantik resmi, Tarique Rahman diproyeksikan menggantikan Hasina. Tarique Rahman adalah putra mantan PM Khaleda Zia dan mantan Presiden Ziaur Rahman.
Baca juga : Hari Lahan Basah 2026, Menhut Saksikan Deklarasi Konservasi Mangrove Di Tarakan
"Kami akan memprioritaskan peningkatan ketertiban umum di negara ini agar masyarakat merasa aman jika kami dapat membentuk pemerintahan," kata Tarique Rahman, mengutip The Business Standard.
Tarique Rahman akan menyesuaikan kemitraan internasional Bangladesh agar dapat menarik investasi tanpa terlalu terikat pada satu kekuatan. Dia juga akan membatasi masa jabatan perdana menteri agar tidak memunculkan kecenderungan otoriter.
Tingkat Partisipasi Pemilu Tinggi
Terlepas dari hasil BNP yang menang telak, pemilihan parlemen itu menjadi pemilihan yang benar-benar kompetitif pertama di Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari 2.000 calon, termasuk banyak kandidat independen, terdaftar dalam surat suara.
Setidaknya 50 partai memperebutkan kursi sehingga menjadi rekor nasional. Lebih dari 127 juta orang berhak memilih, 4 juta di antaranya merupakan pemilih muda yang memberikan suara untuk pertama kalinya. Di antara mereka banyak yang terlibat dalam protes 2024.
Pemilu Bangladesh 2026 berlangsung meriah. Suasana pemilu di jalanan dipenuhi perayaan, bilik suara dihias, kopi dan biskuit dibagikan. Warga pun tersenyum bangga menjalankan hak pilihnya.
Pemilu ini menandai kebangkitan politik Tarique Rahman sekaligus era baru bagi demokrasi Bangladesh. Tarique Rahman tinggal di London Inggris sejak tahun 2008 karena kasus korupsi dan hukuman yang dia anggap bermotif politik.
Baca juga : Pramono Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Pangan Terkendali Jelang Ramadan
Kembalinya Tarique Rahman ke Bangladesh disambut bak pahlawan oleh rakyat setelah pemberontakan yang dipimpin kaum muda. Sementara PM Bangladesh yang lama, Hasina, masih dalam pengasingan dan mendapat perlindungan di New Delhi, India. Dia mengecam pemilu itu.
Kemenangan BNP disambut baik oleh para pemimpin tetangga Bangladesh. PM India Narendra Modi menyampaikan ucapan selamat di X kepada Tarique Rahman.
Modi menyatakan India akan terus mendukung Bangladesh yang demokratis, progresif, dan inklusif. "Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda untuk memperkuat hubungan kita yang beragam dan memajukan tujuan pembangunan bersama kita," tulis Modi.
Ucapan selamat juga datang dari Pakistan. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari juga memberi ucapan selamat kepada BNP dan rakyat Bangladesh. PM Pakistan Shehbaz Sharif turut menyampaikan harapan untuk hubungan bilateral yang lebih kuat dengan Bangladesh.
"Pakistan menegaskan kembali dukungan kuat untuk kemitraan demokratis dan kemajuan bersama di masa mendatang," tulis pernyataan resmi Pemerintah Pakistan.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Dhaka, Bangladesh, mengucapkan selamat kepada rakyat Bangladesh atas suksesnya pemilu.
Baca juga : Mentan Terapkan Skema Padat Karya Di Sumatera
"Amerika Serikat berharap dapat bekerja sama dengan Pemerintah yang akan datang untuk memajukan tujuan bersama berupa kemakmuran dan keamanan bagi kedua negara," tulisnya di X.
Kepala Penasihat Negara Muhammad Yunus sebagai pemimpin sementara Bangladesh mengatakan, pemerintahan interim berkomitmen untuk menyelenggarakan pemilihan yang kredibel dan transparan. Sekitar 500 pengamat internasional dan jurnalis asing dilibatkan dalam pesta demokrasi itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.