RM.id Rakyat Merdeka - Para pemimpin di dunia memberikan ucapan selamat berpuasa kepada seluruh umat Muslim di dunia. Mereka menyampaikan harapan agar Ramadan tahun ini membawa kedamaian dan persatuan.
Seperti diketahui, sejumlah negara menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis (19/2/2026). Namun ada juga yang memulainya pada Rabu (18/2/2026).
Dikutip dari laman kantor Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney, Ramadan merupakan momen untuk refleksi diri, peningkatan rasa syukur dan perayaan.
Dalam pernyataannya ini, Carney menyinggung Islamofobia yang dialami banyak umat Muslim di Kanada.
“Melawan Islamofobia adalah prioritas utama Pemerintah Kanada. Kegiatan yang menciptakan ketakutan, prasangka dan kebencian terhadap Islam dan umat Muslim yang memicu diskriminasi, pelecehan, dan kekerasan itu tidak memiliki tempat di Kanada,” tegas Carney, Selasa (17/2/2026).
Dia menegaskan, setiap warga negaranya memiliki hak untuk mendapatkan kebebasan, keamanan dan kesempatan berkembang.
Dia juga mengajak seluruh rakyat Negeri Daun Maple untuk membangun Kanada sebagai negara dan seluruh umat Muslim dapat hidup aman, tanpa intimidasi. “Semoga seluruh Muslim menjalani Ramadan dalam damai,” tutup Carney.
Selain Kanada, AS juga memberikan ucapan Ramadan. Presiden Donald Trump menekankan nilai keimanan, refleksi diri, serta pentingnya kebebasan beragama bagi masyarakat.
Baca juga : Ayushita, Nikahi Gitaris Band Barasuara
“Hari ini, saya menyampaikan salam dan harapan terbaik kepada semua yang merayakan Ramadan,” tulis Trump dalam keterangan resminya di laman web kepresidenan, Selasa (17/2/2026).
Dia menggambarkan Ramadan sebagai momen pembaruan spiritual yang sarat makna.
“Ramadan adalah momen yang khidmat pembaruan spiritual, perenungan dan penghargaan atas berkah Tuhan,” ujarnya.
Menurut Presiden ke-47 AS ini, bulan suci Ramadan tidak hanya menekankan praktik ibadah seperti doa dan puasa. Namun juga memperkuat hubungan keluarga dan komunitas, sekaligus menegaskan nilai kasih sayang, amal dan kerendahan hati.
Dia juga menyoroti kebebasan beragama sebagai prinsip penting dalam kehidupan berbangsa.
“Hak yang dianugerahkan Tuhan untuk beribadah secara bebas adalah ciri bangsa kami dan pilar kemakmuran, serta kekuatan kami,” katanya, seraya menyampaikan doa bagi kebahagiaan, persatuan dan perdamaian dunia.
Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan mencuitkan ucapannya, Selasa (17/2/2026). Menurutnya, Ramadan adalah momen refleksi diri dan kemurahan hati, sekaligus kesempatan memperkuat ikatan antara keluarga dan masyarakat.
“Mari, pererat hubungan antar-manusia dan Tuhan di momen khidmat ini,” kicaunya.
Baca juga : Buntut Serangan KKB, Pemerintah Tutup 11 Bandara Di Papua
Lewat akun media sosial X, PM Australia Anthony Albanese juga menyampaikan kegembiraannya dengan datangnya Ramadan.
Menurutnya, Ramadan adalah bulan yang penuh dengan pekan sakral dan menjadi peluang bagi umat Muslim memperkuat iman, refleksi diri, memberikan maaf, serta melakukan tindakan penuh kasih dan kebaikan.
“Ramadan momen rasa syukur dan kebersamaan yang telah menjadi tulang punggung kisah umat Muslim di Australia,” tulisnya.
Dia menambahkan, umat Muslim Australia telah memperkaya bangsa tersebut dengan kerja keras, aspirasi, rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap negeri.
Albanese menegaskan, keberhasilan, kekuatan dan kesatuan negara Australia dibangun di atas hak dasar setiap negara untuk beribadah dengan damai dan aman.
Menutup kicauannya, Albanese juga menyinggung duka atas konflik Timur Tengah. “Kami mendorong perdamaian di wilayah Timur Tengah. Banyak yang harus kita lakukan untuk mewujudkan perdamaian di kawasan tersebut,” pungkasnya.
PM Inggris Keir Starmer juga mencuitkan ucapan selamat. “Selamat Ramadan kepada semua komunitas Muslim di Inggris dan dunia,” cuitnya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengunggah sebuah video singkat di akun media sosialnya, Selasa (17/2/2026).
Baca juga : Pemerintah Tempuh Semua Jalur Untuk Membela Palestina
Dia menegaskan, Ramadan adalah momen sakral untuk ibadah dan refleksi diri, sekaligus merepresentasikan visi penuh harapan dan perdamaian.
“Sayangnya, visi ini masih jauh untuk dicapai bagi saudara umat Muslim kita di daerah-daerah penuh konflik, seperti Gaza (Palestina), Sudan, Afghanistan, hingga Yaman,” ujarnya.
Guterres pun mengajak semua orang, khususnya Muslim di dunia, menelaah pesan abadi Ramadan untuk menjembatani perbedaan.
“Mari kita ulurkan bantuan, berikan harapan, serta melindungi hak dan martabat setiap orang dalam masa-masa yang sulit dan terpecah belah ini,” ajaknya.
Dia juga mengenang kehangatan saat mengikuti acara buka puasa bersama yang diadakan komunitas Muslim yang ada di beberapa negara. “Rasa kasih sayang dan persaudaraan ini yang perlu kita jaga,” pungkasnya. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 19 Februari 2026 dengan judul "Ucapkan Selamat Berpuasa Di Bulan Ramadan, Pemimpin Dunia Serukan Persatuan Dan Perdamaian"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.