BREAKING NEWS
 

Di Hadapan Pengusaha AS

Presiden Tunjukkan Daya Tarik Ekonomi Dan Investasi Indonesia

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Jumat, 20 Februari 2026 08:04 WIB
Foto: Tim Media Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memaparkan langsung berbagai daya tarik ekonomi dan peluang investasi Indonesia di hadapan para pengusaha Amerika Serikat (AS). Di forum bisnis bergengsi itu, Prabowo menegaskan Indonesia siap menjadi mitra strategis sekaligus destinasi investasi yang kompetitif di tengah dinamika global.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam acara Gala Iftar Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026). Prabowo tiba di lokasi didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Yakni, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kehadiran Presiden dan delegasi disambut para pengusaha AS dalam format pertemuan saling berhadapan. Presiden dan jajaran menteri duduk sejajar untuk berdiskusi langsung dengan pelaku usaha. 

Di belakang delegasi Indonesia, terpampang monitor bertuliskan Business Summit in Honor of H.E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia. Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh Presiden dan diawali sesi Exclusive Business Roundtable.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan optimisme kuat terhadap masa depan hubungan Indonesia–Amerika Serikat. Ia menegaskan kunjungannya ke Negeri Paman Sam itu, membawa agenda strategis, termasuk penyelesaian perjanjian perdagangan besar antara kedua negara.

“Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” ujar Presiden.

Baca juga : Kemlu RI Tegaskan Pentingnya Narasi Terpadu Dalam Keketuaan Indonesia Di D-8

Prabowo berharap perjanjian tersebut menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi kedua negara. Ia menyebut sejumlah kesepakatan penting telah ditandatangani, baik antar-institusi pemerintah maupun pelaku usaha, termasuk tindak lanjut pembahasan isu keseimbangan perdagangan.

“Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ungkapnya.

Presiden juga menegaskan Indonesia tidak melupakan peran historis Amerika Serikat dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945–1949. Dukungan tersebut, menurutnya, jadi fondasi moral hubungan bilateral kedua negara.

“Indonesia akan selalu mengingat peran yang dimainkan Amerika Serikat dalam sejarah kami,” katanya.

Adsense

Meski Indonesia menganut politik luar negeri non-blok, Prabowo menegaskan prinsip tersebut tidak mengurangi komitmen persahabatan dengan Amerika Serikat maupun negara besar lainnya. Indonesia, ujarnya, menghormati semua kekuatan besar dan berupaya berperan sebagai jembatan serta honest broker di tengah dinamika global.

“Kami selalu ingin melihat kehadiran Amerika yang kuat di Indonesia. Kami ingin meyakinkan bahwa Indonesia adalah sahabat sejati,” tegasnya.

Baca juga : Besok, Presiden Ungkap Fakta Kondisi Ekonomi

Presiden menilai dunia saat ini membutuhkan kolaborasi lebih erat di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Ia menyambut baik upaya kepemimpinan Amerika Serikat dalam mendorong terciptanya iklim perdamaian global.

“Saya melihat ada kemauan besar dari para pemimpin Amerika Serikat untuk menciptakan iklim perdamaian. Mungkin ini tidak memuaskan semua pihak, tetapi setidaknya kita harus mencoba,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai 38,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp645 triliun (kurs Rp 16.800) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat. Kesebelas MoU itu mencerminkan kolaborasi konkret pemerintah dan swasta kedua negara di berbagai sektor, mulai dari pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, manufaktur furnitur, hingga pengembangan teknologi semikonduktor.

Beberapa di antaranya meliputi kerja sama critical mineral antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan Freeport-McMoRan dan PT Freeport Indonesia; MoU oilfield recovery antara Pertamina dan Halliburton; kerja sama agrikultur jagung antara PT Cargill Indonesia dan Cargill Inc; hingga sejumlah kesepakatan di sektor kapas, furnitur, tekstil daur ulang, serta pengembangan industri semikonduktor dan kawasan perdagangan bebas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang turut mendampingi Presiden menyatakan pemerintah melakukan diplomasi dan komunikasi strategis untuk memperkuat kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral. Menurut Bahlil, diplomasi diarahkan pada penguatan ketahanan energi, percepatan hilirisasi, serta peningkatan investasi guna mendukung pertumbuhan industri nasional.

“Diplomasi yang dilakukan Presiden merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global. Di sektor energi, kami memastikan setiap peluang kerja sama mendukung ketahanan energi dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Bahlil, Kamis (19/2/2026).

Baca juga : SBY Dukung Penuh Prabowo, Serukan Kolaborasi Ekonomi Baru

Seluruh penjajakan kerja sama, lanjutnya, diarahkan untuk meningkatkan kapasitas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang. Kolaborasi yang dibangun menitikberatkan pada peningkatan investasi, pengembangan teknologi, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Prinsipnya, kemitraan harus saling menguntungkan dan tetap berpijak pada kepentingan dan produktivitas nasional, memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri,” kata Bahlil.

Langkah diplomasi ini juga selaras dengan komitmen Indonesia mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060 melalui penguatan bauran energi yang lebih beragam, efisien, dan berkelanjutan. “Upaya diplomasi energi ini diharapkan memperluas akses investasi strategis sekaligus mempercepat transformasi sektor energi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan kunjungan kerja Presiden ke AS difokuskan pada pembahasan kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi. “Pertemuan difokuskan untuk membahas kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi dengan beberapa perundingan serta perjanjian dagang,” tegas Teddy. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense