Dark/Light Mode

SBY Dukung Penuh Prabowo, Serukan Kolaborasi Ekonomi Baru

Minggu, 8 Februari 2026 20:00 WIB
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Yudhoyono Dialogue Forum di Pacitan, Jumat (6/2/2026). (Dok. TYI)
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Yudhoyono Dialogue Forum di Pacitan, Jumat (6/2/2026). (Dok. TYI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan itu disertai seruan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Ekonomi Baru yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY dalam Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “New Economy, New Road to Prosperity” di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).

“Saya memberikan dukungan penuh dan akan terus membantu dengan cara saya agar visi dan agenda pembangunan nasional dapat berjalan baik. Keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan bagi rakyat dan masa depan kita semua,” ujar SBY di hadapan tokoh pemerintahan, pengusaha, dan akademisi.

Baca juga : Dukung Visi Pertumbuhan-Pemerataan Prabowo, AHY Paparkan 5 Pilar Ekonomi Baru

SBY menilai tantangan ekonomi ke depan menuntut Indonesia beradaptasi dengan model Ekonomi Baru. Menurutnya, kemajuan tidak bisa dicapai secara instan atau sekadar mengikuti siklus politik lima tahunan.

Ia menggarisbawahi tiga prinsip utama agar gagasan besar Ekonomi Baru tidak berhenti menjadi jargon. Pertama, right, deep, and comprehensive thinking, yakni pola pikir yang benar, mendalam, dan menyeluruh dalam merumuskan kebijakan. Kedua, implementasi nyata agar ide-ide besar benar-benar berdampak di lapangan. Ketiga, kontinuitas dan konsistensi kebijakan dalam jangka panjang.

Berkaca pada pengalamannya memimpin Indonesia selama dua periode, SBY menekankan pentingnya prediktabilitas kebijakan. “Kebijakan yang baik harus dijaga kesinambungannya, bukan hanya lima tahun, tapi 10 hingga 15 tahun ke depan,” katanya.

Baca juga : Dukung Penuh Prabowo, SBY Serukan Kolaborasi Wujudkan Ekonomi Baru

Dalam konteks kesejahteraan, SBY menyoroti pentingnya sustainable growth with equity, pertumbuhan tinggi yang tetap menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan menjaga lingkungan. Ekonomi Baru, lanjutnya, harus bertumpu pada penguatan modal manusia dan teknologi inovatif agar Indonesia mampu bersaing di abad ke-21.

Forum ini digelar oleh The Yudhoyono Institute sebagai ruang dialog lintas sektor. Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Chairul Tanjung, Otto Toto Sugiri, mantan Menteri Mohammad Nuh, serta Dr. Ilham Akbar Habibie, juga akademisi dari Perbanas Institute dan CSIS.

Menutup paparannya, SBY menegaskan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi menjadi kunci untuk menjemput kemakmuran baru bagi Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.