Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kemlu RI Tegaskan Pentingnya Narasi Terpadu Dalam Keketuaan Indonesia Di D-8
Jumat, 13 Februari 2026 07:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik menggelar Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) mengenai Keketuaan Indonesia di Developing Eight (D-8), Kamis (12/2/2026).
Forum ini dihadiri lebih dari 100 perwakilan humas Kementerian/Lembaga (K/L). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan narasi Keketuaan Indonesia pada Developing Eight (D-8) periode 2026–2027 agar tersampaikan secara kredibel, kuat, dan berdampak bagi pemangku kepentingan nasional maupun internasional.
Acara dibuka Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, bersama Dirjen Kerja Sama Multilateral Kemlu, Duta Besar Tri Tharyat.

Sejumlah narasumber lintas sektor turut hadir, antara lain Direktur Perundingan Antar Kawasan dan Organisasi Internasional/PAKOI Kementerian Perdagangan Natan Kambuno; Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Ary Aprianto; Direktur Informasi dan Media Kemlu RI; serta Edwin Zhan dari Kompas TV.
Baca juga : Jamaludin Malik Ingatkan Pentingnya Tata Kelola-Pendekatan Sosial Proyek Listrik
Dirjen Kerja Sama Multilateral, Duta Besar Tri Tharyat, menegaskan kepemimpinan Indonesia di D-8 mencerminkan komitmen memperkuat kerja sama ekonomi negara-negara berkembang di tengah dinamika global.
“Keketuaan Indonesia di D-8 menempatkan forum ini sebagai kekuatan ekonomi nyata Global South. D-8 bukan sekadar potensi, tetapi realitas kerja sama ekonomi yang semakin relevan di tengah fragmentasi geopolitik dan geoekonomi global,” ujar Tri Tharyat.
Pandangan tersebut sejalan dengan kajian PwC bertajuk The World in 2050 yang memproyeksikan seluruh negara anggota D-8—kecuali Azerbaijan—akan masuk dalam 25 besar perekonomian dunia pada 2050. Proyeksi itu mempertegas peran strategis D-8 dalam arsitektur ekonomi global masa depan.
Sementara itu, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menekankan pentingnya orkestrasi narasi Keketuaan D-8 Indonesia yang terintegrasi, berbasis data, kebijakan konkret, serta berdampak nyata bagi publik.
Baca juga : KPK Geledah KPP Madya Banjarmasin, Terkait Kasus Dugaan Suap Restitusi Pajak
Menurut Fifi, strategi komunikasi harus memastikan D-8 tidak sekadar menjadi agenda elite, tetapi juga hadir dalam ruang media dan percakapan publik, serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kepemimpinan global tidak cukup ditunjukkan lewat forum internasional. Ia harus dipahami oleh rakyatnya sendiri. Di sinilah peran humas Pemerintah menjadi sangat krusial,” tegasnya.
Forum juga membahas lima isu strategis KTT D-8 yang menjadi fokus Keketuaan Indonesia, yakni integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru dan transisi hijau, konektivitas serta kerja sama digital, serta penguatan kelembagaan D-8.
Kelima isu tersebut diarahkan untuk menghasilkan concrete deliverables yang berdampak nyata, termasuk peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan, penguatan daya saing negara anggota, serta efektivitas kelembagaan D-8 di tengah dinamika global.
Baca juga : Prabowo Diskusi dengan 5 Pengusaha Nasional, Perkuat Indonesia Incorporated
Sinergi lintas instansi melalui Bakohumas dinilai menjadi kunci menjaga konsistensi narasi, memperkuat amplifikasi komunikasi publik, sekaligus memastikan keberlanjutan pesan Keketuaan Indonesia di D-8 hingga pasca-KTT.
Menutup forum, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Duta Besar Heru Hartanto Subolo menegaskan Forum Bakohumas merupakan wadah strategis untuk menyamakan isu sentral, memperkuat pemahaman publik tentang D-8, serta membangun narasi bersama yang adaptif terhadap dinamika media dan arus informasi.
Pertukaran informasi dalam forum ini diharapkan menjadi landasan penguatan komunikasi berkelanjutan dan diplomasi Indonesia ke depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya