BREAKING NEWS
 

Konflik Iran Memanas, Maskapai Internasional Rute Timur Tengah Dialihkan

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 1 Maret 2026 10:52 WIB
Ilustrasi Bandara Internasional Dubai (Foto: IG @dubaiairport)

RM.id  Rakyat Merdeka - Maskapai penerbangan tujuan Timur Tengah telah membatalkan dan mengalihkan rute dengan alasan keamanan, setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran, Sabtu (28/2/2026) pagi. Iran menanggapinya dengan menyerang Israel dan empat negara Teluk Arab yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS: Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

British Airways, Virgin Atlantic, dan Wizz Air termasuk di antara maskapai yang mengurangi jadwal penerbangan ke Timur Tengah. British Airways membatalkan layanan ke Tel Aviv dan Bahrain hingga Rabu (4/3/2026) mendatang.

Virgin Atlantic membatalkan penerbangan Heathrow ke Dubai dan memperingatkan penerbangannya ke India, Arab Saudi, dan Maladewa dapat memakan waktu lebih lama karena dialihkan. Sementara Wizz Air menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Israel, Dubai, Abu Dhabi dan Amman.

Enam penerbangan Singapore Airlines (SIA) dan Scoot pada 28 Februari dan 1 Maret 2026 termasuk di antara penerbangan yang telah dibatalkan setelah AS dan Israel meluncurkan gelombang serangan terhadap target di Iran.

Baca juga : China Minta Eskalasi Timur Tengah Dihentikan, Desak Dialog dan Negoisasi

Dalam pernyataannya pada 28 Februari 2026, SIA menyebut empat penerbangannya telah dibatalkan pada hari-hari tersebut. Masing-masing dengan nomor penerbangan SQ494 (Singapura ke Dubai) dan SQ495 (Dubai ke Singapura), yang masing-masing dijadwalkan terbang pada 28 Februari dan 1 Maret 2026.

Dua penerbangan Scoot, maskapai penerbangan berbiaya rendah yang merupakan anak perusahaan SIA, juga telah dibatalkan pada 28 Februari 2026. Masing-masing dengan nomor penerbangan TR596 (Singapura ke Jeddah) dan TR597 (Jeddah ke Singapura).

Adsense

"Kami akan terus memantau situasi di Timur Tengah dengan cermat dan akan menyesuaikan jalur penerbangan kami sesuai kebutuhan,” demikian bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip The Straits Times, Sabtu (28/2/2026).

BBC memberitakan, wilayah udara Iran dan Israel telah ditutup pada Sabtu (28/2/2026). Hasil pelacakan penerbangan memperlihatkan lalu lintas udara internasional menghindari wilayah konflik tersebut. Semua penerbangan yang masuk dan keluar dari Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Al Maktoum di Dubai, ditangguhkan pada Sabtu (28/2/2026) sore.

Insiden Bandara Dubai

Baca juga : Menag Minta Maaf, Tegaskan Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Minggu (1/3/2026), Kantor Media Dubai menyebut, Bandara Dubai telah mengonfirmasi sebuah concourse atau area terbuka luas di Dubai International (DXB) mengalami kerusakan kecil dalam sebuah insiden, yang telah diatasi dengan cepat. Berkoordinasi dengan otoritas terkait, tim tanggap darurat cepat mengelola situasi.

Dalam insiden ini, empat staf dilaporkan mengalami cedera dan mendapatkan pertolongan medis dengan segera. Sesuai rencana kontinjensi, sebelum peristiwa itu terjadi, sebagian besar terminal telah steril dari penumpang.

Pihak berwenang mengonfirmasi pencegatan sebuah drone. Puing-puingnya menyebabkan kebakaran kecil di fasad luar Burj Al Arab. "Tim Pertahanan Sipil bergerak cepat merespons dan mengendalikan insiden tersebut. Tidak ada laporan korban cedera," papar Kantor Media Dubai.

Insiden Pelabuhan Jebel Ali

Otoritas Dubai mengonfirmasi, puing-puing pencegatan udara menyebabkan kebakaran di salah satu dermaga di Pelabuhan Jebel Ali. Tim Pertahanan Sipil Dubai segera merespons dan melanjutkan upaya mereka untuk memadamkan api sepenuhnya. Tak ada korban cedera dalam kejadian ini.

Baca juga : Maskapai Minta Penumpang Gemuk Bayar Ongkos Lebih

Terkait hal tersebut, pihak berwenang meminta masyarakat untuk tidak mengedarkan video lama tentang kebakaran Pelabuhan Jebel Ali pada 7 Juli 2021, karena dapat menyebarkan informasi yang menyesatkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense