BREAKING NEWS
 

Setelah Iran, Ancam Serang Kuba, Trump Gila Perang

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 7 Maret 2026 08:44 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah menggempur Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman akan menyerang Kuba. Trump, yang menginisiasi Board of Peace (BOP) alias Dewan Perdamaian, ternyata gila perang.

Ancaman Trump kepada Kuba disampaikan saat menerima kunjungan klub sepak bola Inter Miami CF, di Gedung Putih, Washington DC, Kamis (5/3/2026).

Dalam paparan awal, Trump memuji kinerja Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio terkait kebijakan Washington terhadap Kuba. "Anda telah melakukan pekerjaan yang luar biasa terhadap sebuah tempat bernama Kuba,” ucapnya, seperti dikutip NST Online.

Trump mengatakan, pemerintahannya telah memperketat sanksi ekonomi terhadap Kuba dengan tujuan menekan perekonomian negara kepulauan di Karibia tersebut. Setelah itu, Trump baru berbicara mengenai rencana menyerang Kuba.

Baca juga : Indeks Anjlok Makin Dalam, Harga Minyak Mulai Terbang

Dia menyatakan, serangan ke Kuba kemungkinan akan dilakukan setelah perang melawan Iran rampung. "Kami pikir ingin menyelesaikan yang ini (Iran) terlebih dahulu. Tetapi itu hanya soal waktu," imbuhnya.

Selama ini, Trump dan sekutunya memang kerap melontarkan ancaman terhadap Havana. AS meningkatkan tekanan ekonomi terhadap negeri cerutu dunia tersebut demi menggulingkan pemerintahan komunis yang berkuasa di sana. 

Tekanan terhadap Kuba semakin meningkat usai AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Januari lalu. Pasokan minyak dari Venezuela ke Kuba pun terhenti. Padahal, Venezuela merupakan pemasok sekitar 50 persen kebutuhan bahan bakar Kuba.

Adsense

Dampaknya pun mulai terasa. Pemadaman listrik besar melanda dua pertiga wilayah Kuba, termasuk ibu kota Havana.

Baca juga : Ikhtiar Untuk Damaikan Perang, Presiden Prabowo Akan Ke Teheran

Seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (6/3/2026), pemadaman terjadi setelah salah satu fasilitas pembangkit terbesar di negara tersebut, Antonio Guiteras Power Plant, mengalami kerusakan. Fasilitas pembangkit listrik ini bertanggung jawab memasok energi dari Pinar del Rio di ujung barat negara itu hingga Provinsi Las Tunas di timur.

Sebelumnya, Kuba termasuk salah satu negara yang lantang mengecam serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran. Kuba menyebut, tindakan serangan itu melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran.

“Kuba mengutuk dengan keras serangan yang dilakukan pada 28 Februari oleh Amerika Serikat dan Israel, yang melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Republik Islam Iran, serta merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Kuba.

WNI Diimbau Waspada

Menyikapi kondisi ini, sejak 1 Maret 2026, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Havana telah mengeluarkan imbauan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Kuba terkait perkembangan situasi yang terjadi. Khususnya krisis energi dan bahan bakar, keterbatasan transportasi, serta dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari dan pelayanan publik.

Baca juga : Lawan AS & Israel, Iran Belum Minta Senjata Ke Rusia

WNI diimbau meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian atas perkembangan situasi keamanan, sosial, dan ekonomi, serta menghindari aktivitas yang tidak mendesak. Selain itu, membatasi mobilitas yang tidak perlu, membatasi perjalanan dan merencanakan kegiatan secara cermat.

KBRI juga menyarankan WNI di Kuba untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok, obat-obatan pribadi, serta dokumen penting (paspor, izin tinggal, dan salinan digitalnya) dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu. "WNI diimbau untuk selalu menjalin komunikasi aktif dan berkelanjutan dengan KBRI Havana," tulis keterangan dari laman resmi Kemenlu RI.

Bagi WNI yang memiliki kemampuan dan opsi untuk melakukan evakuasi mandiri, baik menuju negara ketiga maupun kembali ke Indonesia, dipersilakan melakukannya secara sukarela dengan tetap menginformasikan rencana keberangkatan kepada KBRI Havana untuk keperluan pendataan dan pemantauan. UMM/FAQ

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense