RM.id Rakyat Merdeka - Perang Amerika Serikat (AS)-Israel Vs Iran semakin panas. Meski digempur dua negara super power, Iran belum minta bantuan senjata ke sekutunya, Rusia.
AS dan Israel terus menggempur Iran. Menghadapi dua negara tersebut, Iran sejauh ini masih berperang sendirian dan belum meminta bantuan persenjataan kepada Rusia.
Rusia juga belum menunjukkan tanda akan memberikan dukungan militer langsung kepada Iran, meskipun sekutunya itu tengah berperang melawan agresi militer AS dan Israel.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membeberkan alasan negaranya belum memasok senjata ke Iran. Menurut Peskov, Rusia sama sekali belum menerima permintaan dari Iran untuk mengirimkan suplai senjata selama sepekan konflik berlangsung.
Baca juga : Stok Pangan Melimpah, Pemerintah Tidak Risau
“Dalam hal ini, tidak ada permintaan dari pihak Iran,” kata Peskov saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan pengiriman persenjataan ke Iran, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (6/3/2026).
Ia menambahkan, Rusia menghormati keputusan Iran yang tidak meminta bantuan persenjataan. Meski demikian, hubungan kedua negara dipastikan tetap terjalin erat.
Diketahui, tahun lalu Iran dan Rusia kembali menandatangani kesepakatan kemitraan strategis untuk 20 tahun ke depan. Rusia juga membangun dua fasilitas nuklir baru di Bushehr, lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir di Iran.
Sebagai imbalannya, Iran menyuplai Rusia dengan drone kamikaze Shahed yang digunakan dalam perang melawan Ukraina.
Baca juga : Kasus Dugaan Suap Di Bea Cukai, KPK Sita 5 Mobil Operasional
“Posisi kami mengenai hubungan erat kedua negara sudah diketahui secara umum dan tidak ada perubahan dalam hal ini,” tegas Peskov.
Sementara itu, Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi internasional di Wina Mikhail Ulyanov menyatakan, Rusia siap menjadi mediator jika diperlukan. “Tentu saja, jika diperlukan, Rusia siap memberikan mediasi,” kata Ulyanov kepada Izvestia, seperti dilaporkan Xinhua.
Namun, ia menilai dialog antara AS dan Iran saat ini tampak sulit terwujud, meskipun upaya diplomasi tetap penting untuk terus diupayakan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Rusia dan China terus memberikan dukungan politik kepada Iran. “Mereka mendukung kami secara politik, dan dalam hal lainnya,” kata Araghchi kepada NBC.
Baca juga : Hari Ini Gelar Musda, Golkar Kalbar Usung Konsep Riang Gembira
Ia menolak menjelaskan secara rinci kerja sama Iran dengan negara lain selama konflik masih berlangsung. “Saya tidak akan memberikan rincian kerja sama kami dengan negara lain di tengah perang,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.