Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ada Perang & Elnino
Stok Pangan Melimpah, Pemerintah Tidak Risau
Sabtu, 7 Maret 2026 07:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah memanasnya perang di Timur Tengah serta ancaman fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu produksi pertanian, stok pangan nasional justru melimpah. Pemerintah pun menyatakan tidak risau menghadapi gejolak global tersebut.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, cadangan pangan nasional masih berada pada level yang sangat aman meskipun situasi geopolitik dunia memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Menurut Amran, pemerintah telah melakukan perhitungan terhadap kekuatan cadangan pangan nasional. Hasilnya menunjukkan stok pangan saat ini mampu mencukupi kebutuhan dalam jangka panjang.
“Alhamdulillah setelah kami menghitung, dengan kondisi geopolitik yang memanas, cadangan pangan kita sampai dengan hari ini tersedia hingga 324 hari,” kata Amran saat konferensi pers di kantornya, Jumat (6/3/2026).
Baca juga : Kasus Dugaan Suap Di Bea Cukai, KPK Sita 5 Mobil Operasional
Ia menambahkan total stok beras nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 324 hari atau sekitar 10,8 bulan ke depan. Karena itu, masyarakat diminta tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan.
Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, total ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 27,99 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari stok beras milik Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok yang berada di masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sekitar 11,73 juta ton.
Produksi beras nasional juga dinilai berada dalam tren positif. Setiap bulan produksi beras berkisar antara 2,6 juta ton hingga 5,7 juta ton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan konsumsi rata-rata nasional yang berada di sekitar 2,59 juta ton per bulan.
Amran menyebutkan, pada periode Januari hingga Mei 2026 produksi beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 16,92 juta ton. Tingginya produksi tersebut menunjukkan sektor pertanian nasional tetap kuat meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global.
Baca juga : Hari Ini Gelar Musda, Golkar Kalbar Usung Konsep Riang Gembira
“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton sehingga pasokan domestik sangat kuat,” ujarnya.
Selain produksi yang stabil, cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog juga terus meningkat. Saat ini stok beras Bulog telah mencapai sekitar 3,7 juta ton dan diperkirakan dapat menembus 5 juta ton dalam dua bulan ke depan seiring masuknya hasil panen raya dari berbagai daerah.
“Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” jelasnya.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena iklim. Salah satu strategi yang dilakukan adalah program pompanisasi untuk lahan pertanian.
Baca juga : Situasi Keamanan Nasional Di Level Waspada Terkendali
Pada tahun sebelumnya, program pompanisasi telah dilakukan pada lahan seluas 1,2 juta hektare. Tahun ini pemerintah kembali menambah program serupa untuk sekitar 1 juta hektare lahan pertanian lainnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan (irpom) untuk sekitar 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi di tengah potensi musim kering.
“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” ungkapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya