BREAKING NEWS
 

Dubes Djauhari Oratmangun Dampingi Menteri Maman, Dorong Penguatan UMKM

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 6 April 2026 07:48 WIB
Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun keempat kanan dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman keempat kiri saat menghadiri forum investasi di China World Hotel, Beijing, Rabu 1/4/2026. (Foto KBRI Beijing)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun menegaskan komitmennya mendorong ekonomi Indonesia melalui forum investasi di Beijing, China, Rabu (1/4/2026). Kegiatan bertajuk Indonesia–China Investment Forum ini digelar di China World Hotel, Beijing.

Forum ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan investasi, membuka akses pasar dan memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China.

Acara yang diinisiasi ATTEC (Asian Trade, Tourism, and Economics Council) ini dibuka Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dan Ketua Umum ATTEC Budihardjo Iduansjah.

Maman menegaskan, kolaborasi ini sangat krusial bagi penguatan struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah.

Baca juga : Ratas Di Hambalang, Presiden-Menteri Bahas Aturan Penghematan

“Forum ini memiliki arti strategis dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara, khususnya dalam pengembangan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ucap Maman, dikutip dari keterangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, pelaku usaha harus mampu terintegrasi dalam global value chain dan adaptif terhadap transformasi digital dan inovasi teknologi.

Dubes Djauhari menilai, forum ini sebagai ruang terbuka bagi para pelaku usaha kedua negara untuk menciptakan kemitraan yang berkelanjutan.

Adsense

“Forum ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku usaha Indonesia dan China, serta memperkuat kemitraan yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan,” bebernya.

Baca juga : Desa BRILiaN Tompobulu, Sinergi Potensi Lokal Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Budihardjo Iduansjah menekankan, forum ini didesain sebagai jembatan untuk menghadirkan investasi nyata. Baik dalam bentuk investasi, ekspansi pasar, maupun kemitraan industri yang berkelanjutan antara Indonesia dan China.

Sebagai langkah konkret, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara ATTEC dan China International Council for the Promotion of Multinational Corporations.

Kesepakatan ini untuk mendorong kolaborasi investasi dan perdagangan yang lebih terstruktur.

Dengan lebih dari 60 juta UMKM, menurut Budi, Indonesia memiliki potensi besar untuk terintegrasi dalam rantai nilai global, termasuk dengan China sebagai mitra utama.

Baca juga : Dewan Menanti Realisasi Proyek Waduk Pengantin

Dubes Djauhari juga mendampingi Menteri Maman melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) Li Lecheng.

Dalam pertemuan itu, Indonesia mendorong penguatan kerja sama dalam pengembangan kapasitas UMKM. Termasuk pelatihan, pemagangan industri, serta transfer teknologi di bidang permesinan, robotik dan kecerdasan buatan.

Maman memperkenalkan sistem digital terintegrasi Sapa UMKM yang akan menghubungkan lebih dari 60 juta UMKM di Indonesia, serta membuka peluang integrasi dengan ekosistem digital China.

Selain itu, Maman melakukan pertemuan dengan diaspora Indonesia di China yang terdiri dari pelaku usaha, profesional dan mahasiswa. Dia mengajak diaspora berperan aktif sebagai jembatan promosi produk UMKM Indonesia di pasar Negeri Panda.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense