BREAKING NEWS
 

Ancam Hancurkan Iran Dalam Semalam, Trump Makin Tantrum

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Rabu, 8 April 2026 07:50 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump makin tantrum setelah proposal perdamaiannya ditolak Iran. 

Trump mengancam bakal menghancurkan Iran hanya dalam waktu semalam. Trump memberi tenggat waktu hingga Selasa (7/4/2026) malam untuk Iran membuat kesepakatan. Jika tidak, serangan besar-besaran akan di lancarkan. 

“Seluruh negara itu dapat dihancurkan dalam semalam, dan malam itu mungkin besok malam. Saya harap saya tidak perlu melakukannya,” ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, dikutip AFP, Selasa (7/4/2026). 

Trump juga tak ambil pusing dengan potensi tudingan kejahatan perang jika AS menyerang infrastruktur sipil. “Saya tak khawatir. Tahukah Anda, apa itu kejahatan perang? Memiliki senjata nuklir,” tegasnya. 

Bahkan, Trump mengancam akan meratakan seluruh infrastruktur Iran, mulai dari jembatan hingga pembangkit listrik. “Setiap jembatan di Iran akan hancur tengah malam besok. Setiap pembangkit listrik akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi. Ini penghancuran total,” ancamnya.

Baca juga : Masih Dibahas, Wacana Potong Gaji Menteri Belum Fixed

Serangan itu disebut akan dimulai empat jam setelah tenggat waktu yang ditetapkan AS untuk kesepakatan gencatan senjata dan pembukaan Selat Hormuz

Diketahui, bukan kali ini saja Trump tebar ancaman ke Iran. Bahkan, sudah berkali-kali Trump memberi ultimatum kepada Iran. Pada Sabtu (4/4/2026) misalnya, Trump memberi waktu 48 jam kepada Iran untuk menyepakati perdamaian dan membuka Selat Hormuz. 

Ia bahkan menyebut Iran akan menghadapi “neraka” jika mengabaikan ultimatum tersebut. Namun, tenggat waktu itu beberapa kali berubah. Mulai dari penundaan lima hari hingga tambahan sepuluh hari, sebelum akhirnya jatuh pada awal April 2026. 

Adsense

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperkuat pernyataan Trump. Ia menyebut volume serangan terbesar akan terjadi setelah tenggat waktu berakhir. 

AS juga mendesak Iran menghentikan program nuklirnya serta membuka jalur vital minyak dunia di Selat Hormuz. 

Baca juga : Gurnadi Ridwan: Saya Belum Yakin, SDM BPK Mampu

Bagaimana reaksi Iran? Seperti sebelumnya, Iran menyatakan tidak takut dengan berbagai ancaman dari Trump. Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya IRGC, Ebrahim Zolfaqari menyebut, ancaman tersebut hanya retorika arogan. 

“Retorika kasar, arogan, dan ancaman tak berdasar dari Presiden yang delusional. Tak akan berpengaruh,” katanya, dikutip CNN International

Dia menegaskan, jika serangan terhadap target non-sipil terulang, respons IRGC akan jauh lebih keras. “Dan dalam skala yang jauh lebih luas,” tegasnya, mengancam balik. 

Sedangkan Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran dilaporkan telah menyerukan kepada kaum muda di negaranya untuk secara simbolis membentuk perisai rantai manusia di sekitar pembangkit listrik utama. Termasuk para atlet, seniman, dan mahasiswa berkumpul di sekitar lokasi target mulai Selasa (7/4/2026) pukul 14.00 waktu setempat. 

“Aksi rantai manusia di sekitar pembangkit listrik milik negara ini dibentuk atas inisiasi sendiri para pemuda ,” kata Wakil Menteri Urusan Pemuda Iran, Alireza Rahimi, dalam sebuah pesan video seperti dilansir NDTV, Selasa (7/4/2026). 

Baca juga : Martin Manurung: Putusan MK Ini Beri Kepastian Hukum

Pemerintah Iran juga secara tegas menolak usulan gencatan senjata yang diusulkan AS lewat para mediator di Pakistan. Tanggapan Iran terdiri dari 10 klausul, berisi langkah menyudahi perang di kawasan itu, protokol jalur aman melaluiSelat Hormuz, pencabutan sanksi, dan rekonstruksi. 

“Iran telah menolak gencatan senjata dan bersikeras pada penghentian konflik secara total permanen,” tulis kantor berita resmi Iran, IRNA dilansir berita AFP, Selasa (7/4/2026). 

The New York Times mengutip, dua pejabat senior Iran juga meminta jaminan mereka tidak akan menghadapi serangan di masa mendatang. Selain itu, serangan Israel terhadap sekutunya, kelompok militan Hizbullah di Lebanon selatan, dihentikan. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense